Calon Vaksin Virus Corona Buatan Moderna Asal AS Memasuki Fase Uji Coba Ketiga pada Juli Ini

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi vaksin virus corona. Kandidat vaksin virus corona dari Moderna memasuki fase uji coba ketiga pada Juli 2020.

Profesor Jonathan menjelaskan, ada cara untuk menghindarinya sebab beberapa laboratorium yang melibatkan pengetesan pada binatang dan manusia secara simultan dapat mempercepat proses penemuan vaksin, walaupun penuh kontroversi

"Anda mungkin mau mengetes vaksin ini pada hewan lebih dulu sebelum mengetesnya pada manusia. Namun kita memiliki jadwal yang sedemikian rupa ketat sehingga kita melakukannya secara paralel pada hewan dan manusia," ujarnya.

Jalan apa saja yang dipilih, menurut para ahli kita sudah akan dapat melihat vaksin tersebut diluncurkan pada akhir tahun 2020 atau awal 2021.

"Kemungkinan akan ada vaksin, yang dilihat dari tingkat keamanannya, sudah bisa diterima oleh banyak orang pada akhir tahun ini. Jadwalnya memang sangat cepat, dan semua orang setuju akan hal itu," tutur Profesor Jomathan.

Mungkinkah ada vaksin 'kejutan'?

Sudah banyaknya tempat di dunia yang berhasil meratakan kurva pandemi Covid-19, mungkin dalam waktu dekat tidak akan lagi virus yang secara alamiah akan menulari manusia.

Sebagian pendapat meneyebutkan, kita dapat melakukan penelitian tantangan yang kontroversial, yaitu dengan secara sengaja menularkan para sukarelawan dengan virus corona.

"Saya pikir ada kekhawatiran serius dengan melakukannya, jika dilihat dari sisi keselamatan, risiko, dan pertanyaan etis," ujar Thomas Cueni.

Baca: Setelah Jadwalkan Uji Coba Vaksin, Indonesia Akan Ciptakan Obat Covid-19 dari Ekstrak Empon-empon

"Masalahnya, jika tidak ada jalan lain, maka penelitian tantangan tadi mungkin adalah satu-satunya opsi yang bisa dilakukan."

Profesor Jonathan memperkirakan dengan iklim politik sekarang ini di Amerika Serikat akan mempercepat peluncuran vaksin Covid-19.

"Saya tidak akan terlalu kaget jika Pemerintahan Trump akan mengumumkan vaksin yang hanya melalui beberapa studi advokasi dengan kelompok yang lebih kecil dan sebelum hari pemilihan pada bulan November," jelasnya.

Thomas Cueni juga mengingatkan membuat vaksin secara tergesa-gesa bisa menghalangi kepercayaan publik terhadap obat-obatan dan mendorong gerakan antivaksin.

"Jika ada sesuatu yang salah dengan vaksin tersebut, Anda bisa secara luar biasa merusak kepercayaan publik terhadap vaksinasi dan imunisasi," kata Cueni.

Siapa yang akan berdiri paling depan di barisan antrean?

Mengembangkan vaksin saja sudah merupakan hal yang sulit.

Akan tetapi, memproduksinya secara massal akan jauh lebih sulit, kata Profesor Jonathan.

"Sesungguhnya, tidak ada pabrik yang dapat memproduksi miliaran dosis. Sehingga akan ada tahapan yang harus dilalui dan akan ada orang-orang yang lebih dulu menggunakannya."

Para ahli mengaku vaksin ini seharusnya digunakan terlebih dahulu oleh anggota masyarakat yang termasuk dalam kategori rentan.

"Tidaklah sulit untuk mengetahui siapa kelompok golongan rentan ini. Umumnya adalah generasi tua dan orang-orang yang menderita penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi," ujar Profesor Jonathan.

Baca: Kabar Baik, Pakar China Sebut Vaksin Virus Corona Siap Digunakan pada Akhir Tahun

Ilmuan akhirnya mengungkap alasan pengembangan vaksin untuk virus corona sangat lambat, WHO: perlu waktu 18 bulan. (YouTube WGBH News)

"Dan pekerja di bidang essential (atau penting), militer, polisi, pemadam kebakaran. Barulah setelah itu orang-orang lain."

Halaman
123


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer