Waspada, Penyebaran Partikel Aerosol Virus Corona Mirip Asap Rokok: Makin Dekat Sumber, Makin Bahaya

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona dari kompas

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell tersebut didasarkan pada beberapa penelitian sebelumnya yang dilakukan para peneliti yang dirilis pada server pracetak pada awal tahun.

Dilansir oleh CNN, informasi yang dibagikan tentang urutan genetik telah mengindikasikan bahwa versi virus mutan tertentu mengambil alih.

Sekarang para peneliti tidak hanya memeriksa lebih banyak urutan genetik, tetapi mereka juga menjalankan percobaan yang melibatkan manusia, hewan, dan sel dalam cawan laboratorium yang menunjukkan versi mutasi lebih umum dan lebih menular daripada virus corona versi lain.

"Kami tahu bahwa virus baru itu lebih bugar. Sekilas tidak terlihat seperti lebih buruk," kata Saphire.

Mutasi mempengaruhi protein spike, struktur yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel yang terinfeksi.

Baca: Jepang Sukses Redam Covid-19, Meski Enggan Patuhi Semua Saran WHO dan Tidak Lakukan Lockdown

Sekarang para peneliti sedang memeriksa untuk melihat apakah hal ini mempengaruhi apakah virus corona nantinya dapat dikendalikan oleh vaksin.

Saat ini, vaksin virus corona sendiri masih dilakukan pengujian dimana sebagian besar menargetkan protein lonjakan, tetapi mereka dibuat menggunakan strain virus yang lebih lama.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell, mengkonfirmasi kerja sebelumnya yang menunjukkan mutasi telah membuat varian baru virus corona lebih umum.

Para peneliti menyebut mutasi baru G614, dan mereka menunjukkan bahwa itu hampir sepenuhnya menggantikan versi pertama yang menyebar di Eropa dan AS, yang disebut D614.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Menyebar di Udara, Partikel Aerosol Covid-19 seperti Asap Rokok"

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Amy Happy)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer