Dialog George Floyd dan Polisi Penindih Dipublikasi, Pengacara Thomas Lane: Klien Saya Tak Bersalah

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Inilah 4 polisi yang diduga terlibat atas tewasnya pria berkulit hitam George Floyd di Minnesota, Amerika Serikat. Keempat polisi tersebut adalah Thomas Lane, J. Kueng, Derek Chauvin dan Tou Thao. Pengacara Thomas Lane, satu dari polisi yang terlibat dalam pembunuhan George Floyd inginkan kliennya dibebaskan dari dakwaan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dialog antara George Floyd pada para polisi yang menindihnya terkuak di persidangan.

Transkrip detik-detik kematian George Floyd tersebut dirilis pada Rabu, (8/7/2020).

Seperti yang diberitaka oleh Fox News, George Floyd mengatakan hal yang sama sebanyak lebih dari 20 kali.

"Aku tidak bisa bernapas," itulah kaya yang kerap diulang George Floyd pada peristiwa Senin, (25/5/2020) lalu itu.

Namun, kepolisian Minneapolis yang menindihnya justru memberikan respon yang kurang menyenangkan.

"Butuh banyak oksigen untuk bicara," yang menunjukkan bahwa oknum polisi tersebut seolah tak percaya jika George Floyd kehabisan napas.

"Kalian akan membunuhku, bung," respon George Floyd.

"Oleh karena itu, jangan berteriak. Butuh banyak oksigen untuk kamu bisa berbicara," respon Chauvin.

Baca: Krisis Baru Amerika Serikat, Sejumlah Petugas Polisi Mengundurkan Diri Setelah Kematian George Floyd

Baca: Merujuk Kasus George Floyd, Presiden Iran: Kami Patahkan Lutut Amerika yang Ada di Tenggorokan Iran

Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS) (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)

Transkrip tersebut terekam dalam body camera milik Thomas Lane, yang juga menjadi tersangka dalam peristiwa tersebut.

Lane adalah satu dari tiga petugas kepolisian Minneapolis yang menahan George Floyd saat itu.

Sedangkan pelaku penindih leher George Floyd bernama Derek Chauvin.

Rekaman suara tersebut akhirnya dipublikasikan pasca-pihak Lane inginkan kasus yang melibatkannya dicabut.

Pengacara Lane, Earl Grey mengatakan dalam sebuah memorandum mengatakan bahwa dari bukti rekaman, kliennya tak bersalah.

Gray menambahkan, bahwa sebenarnya Lane telah menyarankan agar George Floyd diserahkan padanya.

Namun saran tersebut ditolah oleh Chauvin yang masih sibuk menahan George Floyd.

Saat itu, dalam rekaman George Floyd juga sempat memohon untuk tidak dimasukkan dalam mobil patroli karena memiliki klaustrofobia.

Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. (AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUT)

Untuk mendukung kliennya, Gray juga telah menyerahkan bukti rekaman dari body camera milik Lane.

Namun rekaman tersebut belum dipublikasikan.

"Lane tidak punya dasar untuk percaya bahwa Chauvin salah dalam membuat keputusan itu," tulis Gray.

Disisi lain sebelumnya Gray menyebut George Floyd telah sengaja membenturkan wajahnya ke kaca dan membuat dirinya terluka.

Halaman
12


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer