Buntut Persoalan Status Hong Kong, Kini China Menyemai Konflik Baru dengan Kanada, Ada Apa?

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi China dan Kanada.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tahun 2020 adalah tahun saat China menjadi negara paling diperbincangkan di dunia.

Selain seputar Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China, negeri berpenduduk 1,3 milliar jiwa itu juga rutin mengisi headline media seputar berita internasional.

Mulai dari perang dagang dengan Amerika Serikat, Hong Kong, pertempuran dengan India.

Kini India kembali menambah daftar "musuh".

China memperkeruh suasana perdamaian dengan menambah jumlah negara yang menjadi lawan bersitegang.

Kali ini yang menjadi seteru baru China adalah Kanada.

China mengeluarkan "gertakan" berupa travel warning untuk Kanada pada Senin (6/7/2020).

Tak hanya itu, negeri Tirai Bambu itu juga mengancam hubungan bilateral kedua negara bisa menjadi buruk.

Baca: Khawatirkan Keamanan Nasional, Amerika Serikat Secara Perlahan Hillangkan Status Istimewa Hong Kong

Baca: Pengamat: Kim Jong Un Memprovokasi Korsel agar Korut Bisa Menarik Perhatian Amerika Serikat

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan istrinya Sophie Gregoire. (GEOFF ROBINS/AFP)

Sikap dari China ini merupakan buntut kebijakan Kanada yang menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong dan menghentikan ekspor perlengkapan militer ke kota tersebut.

Namun tak hanya Kanada, negara-negara Barat lainnya juga kompak menyuarakan keprihatinan tentang dampak UU Keamanan Nasional di Hong Kong yang berpengaruh kepada hak-hak istimewa kota tersebut.

"China dengan keras mengecam ini dan menyatakan haknya untuk membuat tanggapan lebih lanjut." kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada pertemuan rutin.

"Semua konsekuensi yang timbul darinya akan ditanggung oleh Kanada," lanjutnya dikutip dari AFP Senin (6/7/2020).

Kedutaan Besar China di Ottawa secara terpisah mengeluarkan travel warning, dan mendesak warganya untuk tetap berhati-hati karena "tindakan kekerasan yang sering dilakukan lembaga penegak hukum di Kanada, telah memicu banyak demonstrasi."

Sementara itu tak lama setelah UU Keamanan Nasional diberlakukan, Kanada telah memperbarui aturan perjalanan ke Hong Kong, sehingga warga Kanada dapat merasakan bagaimana hukum yang ditegakkan China ini akan berdampak ke mereka.

Hubungan antara Beijing dan Ottawa telah memburuk sejak pihak berwenang Kanada menangkap salah satu petinggi Huawei, Meng Wanzhou, pada Desember 2018. Sebagai balasan, China kemudian menahan dua orang Kanada termasuk seorang mantan diplomat.

Baca juga: Inilah tanaman yang ampuh sebagai obat DBD, ada pepaya, cabai jawa, pare dll 

"Setiap upaya dalam menekan China tidak akan pernah berhasil," ujar Zhao.

Kemudian Zhao mengatakan, Kanada mengambil kebijakan yang salah terhadap China, dan dia mendesak Kanada untuk  segera memperbaikinya.

"Berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China dengan cara apa pun, untuk menghindari keretakan lebih lanjut terhdadap hubungan bilateral China-Kanada," pungkasnya.

Amerika Serikat vs China

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr

Berita Populer