Studi Harvard: Strain Covid-19 yang Mewabah di Beijing Mungkin Berasal dari Asia Tenggara

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria di Beijing menjalani tes swab, Rabu (1/7/2020). Hasil studi para peneliti Harvard menyatakan bahwa strain virus corona di Beijing mungkin berasal dari Asia Tenggara.

Untuk itu, CDC meminta mereka yang merasakan gejala-gejala itu agar segera mencari perawatan medis.

Hingga saat ini, virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan itu telah menginfeksi lebih 9,6 juta penduduk dunia.

Meski infeksi masih terus berlangsung, banyak negara mulai melonggarkan penguncian dan menghidupkan kembali roda perekonomian mereka.

Dengan realitas itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan peringatan bahwa virus corona memasuki fase baru dan berbahaya.

"Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang yang sudah bosan berada di rumah, tapi virus korona masih menyebar dengan cepat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari New York Times, Jumat (19/6/2020).

Baca: Aturan Baru WHO tentang Kriteria Pasien Sembuh Covid-19, Tak Perlu Lakukan Tes Swab Negatif Dua Kali

Baca: WHO Klarifikasi Pernyataan tentang Penularan Virus Corona oleh Pasien Covid-19 Asimptomatik

Tedros menyadari bahwa berbagai kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus korona telah membuat lumpuh ekonomi.

Namun, WHO terus mengingatkan agar masyarakat tidak menyerah untuk tetap berada di rumah.

Sebuah pelajaran berharga datang dari Beijing, China, yang kini tengah menghadapi gelombang kedua virus corona.

Dengan adanya laporan kasus-kasus baru, Beijing kembali menerapkan pembatasan baru dan menutup kembali sekolah

(Tribunnewswiki.com/Tyo/Amy)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer