“Ford atau Chevrolet bisa turun sekitar 20% sampai 30%, misal harga bekas normalnya Rp 100 juta, tapi karena satu dan lain hal harganya menjadi Rp 75 jutaan sampai Rp 80 jutaan,” katanya.
Walau demikian, kedua merek tersebud disebut Herjanto tidak kehilangan peminat.
Meski kalau dirata-rata tak sebanyak mobil-mobil asal Jepang.
“Peminatnya masih ada."
"Biasanya mereka yang cari mobil dengan fitur lengkap, mengerti mobil, istilahnya car enthusiast."
"Mereka ini sudah punya bayangan, mau servis dan cari spare part di mana,” ujanya.
“Tapi memang agak jarang, belum tentu sebulan sekali ada."
"Mobil Jepang sebulan di showroom sudah laku, mobil Amerika bisa sampai tiga bulan belum laku. Makanya kami harus pasang harga menarik,” ucap Herjanto.