Setelah diberitakan menjadi kluster baru penularan Covid-19 di Semarang, pihak keluarga pun bantah tak patuhi kesehatan.
Bahka setelah diketahui anggota keluarga ada yang meninggal akibat positif Covid-19.
Saudara pengantin Muhammad Syaqrun mengatakan, acara pernikahan yang digelar pada Kamis lalu itu dinilai sudah menerapkan protokol kesehatan.
Bahkan, acara pernikahan tersebut juga telah mendapat izin dari kepala desa setempat dan dikawal Bhabinkamtibmas.
"Akad nikahnya diadakan di rumah pengantin. Yang datang juga sekitar 19- 20 orang dan sesuai protokol kesehatan," jelas Syaqrun saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menyoal Klaster Pernikahan di Semarang, Keluarga Bantah Tak Patuhi Protokol Kesehatan"