AS Berencana Tempatkan Rudal Jarak Menengah di Jepang, China: Kami Tak Akan Tinggal Diam

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IUSTRASI - AS berencana tempatkan rudal jarak menengah di Jepang.

"Mereka adalah profesional kelautan masa depan yang pelaut [AS] kami akhirnya akan beroperasi bersama dalam tahun-tahun mendatang," jelas komandan awak biru Gabrielle Giffords, Cmdr. Dustin Lonero.

Kapal perang AS dan Jepang mempraktikan komunikasi dan manuver presisi.

Jepang memang telah meningkatkan kehadiran tentaranya di Laut China selatan beberapa waktu terakhir.

Buku putih Kementerian Pertahanan menebut Jepanng harus proaktif dan independen dalam meningkatkan kehadiran mereka di wilayah tersebut.

Pasalnya, kawasan laut China Selatan telah disengketakan oleh China beberapa waktu ini.

Beijing mengklaim laut tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Akan tetapi AS dan negara lain menganggap laut China Selatan sebagai wilayah internasional.

Hal itu karena Laut China Selatan bersinggungan dengan banyak negara lain, seperti Malaysia, Filipina, China, dan Vietnam.

Semua negara itu tengah berdebat mengenai status kepemilikan pulau dan terumbu karang yang ada di bawahnya.

Asia Maritime Transparency Initiative menyebut, sejak 2013, China telah melakukan militerisasi 27 fitur dalam rantai kepulauan Spratly dan Paracel di kawasan itu.

Langkah itu ditempuh China sebagai upaya memperluas kehadiran dan otoritasnya.

Bahkan China menegaskan kapal militer asing harus meminta izin berlayar dalam jarak 12 mil laut dari pantai di pulau itu.

Namun, demi menentang klaim China, AS secara teratur melakukan operasi dan kebebasan navigasi di wilayah itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer