Bidan dan Perawat RS Swasta Depok Dirampok di Dalam Angkot, Uang Jutaan Raib hingga Diancam Dibunuh

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perampokan dalam kendaraan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus perampokan disertai kekerasan kembali terjadi di dalam sebuah angkot di malam hari.

Tindak kejahatan berupa pencopetan, hipnotis hingga perampokan marak terjadi ketika menggunakan transportasi umum.

Kali ini korbannya adalah dua orang perempuan yang berprofesi sebagai bidan.

Seorang bidan berinisial SR yang bertugas salah satu rumah sakit swasta di bilangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, mengalami nasib naas dirampok ketika menggunakan angkot.

SR dan temannya perawat berinisial RP dirampok ketika menggunakan angkot untuk pulang ke kos setelah selesai di rumah sakit.

Mengutip laman Kompas.com berjudul 4 Jam Mencekam bagi Bidan dan Perawat yang Disekap di Angkot, Diancam Diperkosa sampai Dibunuh, SR bercerita dengan gamblang peristiwa mencekam yang dialami dia dan RP pada Minggu (21/6/2020) malam.

Kala itu, ia bersama rekannya perawat berinisial RP baru saja selesai bertugas di rumah sakit.

Baca: Diduga Hendak Merampok, Pria Ini Lari Kalang Kabut Dipukuli Gagang Sapu oleh Penjaga Toko

Baca: Jadi Korban Pemerkosaan dan Perampokan, 2 Remaja Rusia Dikenai Denda Akibat Langgar Aturan Lockdown

Baca: Perampok Toko Emas Tamansari Meninggal Terjangkit Covid-19, Jenazahnya Dikremasi

Ilustrai perampokan (Tribunlampung)

Dua perempuan itu naik angkot ke arah Citeureup sekitar pukul 21.30 WIB, di mana rupanya mereka satu angkot dengan sepasang pria perampok.

Sosok kedua pria tersebut disebutkan SR yaitu satu tinggi besar, satu tampak sudah menuju usia paruh baya.

Wajah keduanya tak dikenali karena dibalut masker.

Insiden bermula ketika RP memberi aba-aba kepada sopir agar menepi ketika angkot melintasi jalan dekat rumah kosnya.

Sopir tetap melajukan kendaraannya.

Tubuh SR dan RP langsung dipiting ke lantai angkot oleh dua pria itu.

Mereka berdua disekap empat jam sebelum beberapa hartanya dirampas.

Selama penyekapan, berkali-kali mereka diancam seperti sandera.

"Saya waktu di tengah jalan sudah seperti tidak sadarkan diri. Lemas banget tertutup begitu," kisah SR kepada Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

"Saya tanya, 'Pak, kita di mana?'. Dia jawab, di Ciawi. Tapi pas sesekali saya lihat jendela, saya lihat ada plang RS Annisa, saya hafal ini di Cibinong," tambah SR.

Begitu keadaan mereka hingga lebih kurang 2 sampai 3 jam, hingga akhirnya para perampok itu mulai menggeledah tas mereka.

Rupanya, para perampok itu mengincar kartu ATM SR dan RP untuk menyedot saldonya.

"Saya bilang lagi, 'Pak, saya besok dinas pagi'," ungkap SR.

Halaman
1234


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer