Tak Ada Penerbangan Selama Pandemi Covid-19, Pria Ini Nekat Berlayar Sendirian Seberangi Atlantik

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Seorang pria berlayar dari Portugal menuju ke Argentina seorang diri dikarenakan tidak ada penerbangan selama pandemi COvid-19

TRIBUNNEWSWIKI.COM - "Misi selesai!". Deklarasi penuh kegembiraan itu datang dari Juan Manuel Ballestero, seorang pria yang terpaksa berlayar seorang diri dari Portugal menuju Argentina karena tidak ada penerbangan selama pandemi Covid-19.

Ballestero menyeberangi Samuedera Atlantik sendirian dengan perahu layar sederhana untuk bertemu orang tuanya yang sudah lanjut usia.

"Saya melakukannya! Saya melakukannya! Saya melakukannya!" Ballestero berseru di sisi dermaga minggu lalu ketika dia mencapai kota asalnya, Mar del Plata, Argentina.

Dilansir oleh South China Morning Post, pria 47 tahun itu telah menyelesaikan pengembaraan selama 85 hari yang melelahkan di perahu kecilnya, "Skua" yang berukuran sembilan meter atau 30 kaki.

Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Setelah dinyatakan negatif Covid-19 pada saat kedatangan, Ballestero baru diizinkan untuk menginjakkan kakinya dan bertemu ibunya, Nilda ( 82) dan ayahnya Carlos yang berusia 90 tahun.

"Saya telah mencapai apa yang telah saya perjuangkan selama tiga bulan terakhir ini," katanya.

“Sudah sampai pada ini (untuk bersama keluarga). Itu sebabnya saya datang,” lanjutnya.

Baca: Berlayar Selama 25 Hari, Pasangan Ini Tidak Tahu Dunia Sedang Hadapi Wabah Covid-19

Baca: Covid-19 Mulai Terkendali, Dokter Italia Klaim Virus Corona Mulai Melemah dan Sejinak Kucing Liar

Awalnya, Ballestero berharap untuk tiba di Argentina pada 15 Mei lalu, untuk merayakan ulang tahun ayahnya yang ke-90.

Sayangnya, Ballestero melewatkan tanggal itu.

Meski begitu, ia justru bisa merayakan Hari Ayah dengan keluarganya.

Ballestero diketahui bekerja di Spanyol, ia lantas menyusun rencana perjalanan ‘nekat’ tersebut setelah penerbangan ke Argentina dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Ballestero mengungkapkan jika dirinya banyak belajar selama perjalanan jauh menuju ke rumahnya.

Dia mengungkapkan, orang-orang mati setiap hari, bahkan ribuan.

Hal tersebut terpikirkan olehnya saat ia berada di di tengah alam, melihat bagaimana dunia berjalan.

"Ada lumba-lumba dan paus, bahkan ketika umat manusia melewati saat yang sulit ini,” ungkapnya.


Baca: Dampak Pandemi Covid-19, Sampah Masker Bekas Hingga Botol Hand Sanitier Mengambang di Lautan

Baca: Brasil Putuskan Berhenti Mempublikasikan Angka Kematian Akibat Covid-19 di Negaranya, Apa Alasannya?

Selama 54 hari yang panjang, keluarganya tidak mendapat kabar darinya.

"Tapi kami tahu dia akan datang," kata ayah Ballestero, Carlos sambil tersenyum.

“Kami tidak ragu. Dia datang ke Mar del Plata untuk bersama orang tuanya,” ujarnya.

Ballestero mengatakan dia sangat takut ketika kapal fiberglassnya terjatuh oleh gelombang sekitar 240 km dari Victoria, Brasil.

Dia mengatakan dia "bisa kehilangan tiang" ketika gelombang "menyapu" dia dari atas.

Halaman
12


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer