Bukan Tangkal Covid-19, Konsumsi Dexamethasone Secara Sembarangan Justru Menurunkan Imunitas Tubuh

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dexamethasone

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jangan sembarangan, mengkonsumsi obat Dexamethasone secara asal-asalan justru berbahaya bagi tubuh.

Beberapa hari terakhir beredar kabar bahwa peneliti University of Oxford di Inggris menemukan temuan baru, Dexamethasone bisa mengobati Covid-19.

Penemuan tersebut lantas disambut baik oleh World Health Organization (WHO).

WHO menyambut baik temuan awal dexamethasone untuk mengobati pasien Covid-19.

Namun tentunya hal tersebut memiliki catatan khusus bahwa obat dexamethasone hanya diberikan untuk pasien Covid-19 dalam kondisi kritis.

Karena hingga saat ini, temuan ini belum terbukti efektif pada pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan.

Baca: Peneliti Ungkap Obat Deksametason Bisa Sembuhkan Pasien Virus Corona, Sudah Dijual Murah di Pasaran

Baca: Apakah Dexamethasone Bisa Mencegah dan Mengobati Covid-19? BPOM Memberi Penjelasan

Dexamethasone sendiri merupakan “obat pasar”, yang bisa ditemukan di hampir semua negara.

WHO juga telah menempatkan dexamethasone dalam daftar Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

Beberapa formulasi turunan dexamethasone juga sudah beredar luas di pasaran.

Namun, terkait Covid-19, pakar menekankan masyarakat untuk tidak membeli secara asal-asalan bahkan memborong dexamethasone dalam formulasi apapun.

“Dexamethasone itu sama sekali bukan antivirus. Kalau dipakai dalam jangka panjang, bukannya memperkuat daya tahan tubuh, malah menurunkan imunitas. Ngawur itu masyarakat kalau beli,” tutur dr Nafrialdi, Ph.D., SpPD selaku Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit FKUI kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Nafrialdi menekankan dexamethasone hanya digunakan pada pasien Covid-19 dalam kondisi berat, yang membutuhkan alat bantu oksigen atau ventilator.

“Gunanya untuk mengurangi peradangan pada pernapasan. Kalau kondisinya tidak berat, tidak bisa pakai obat ini,” tambah ia.

Selain dexamethasone, Nafrialdi mengatakan obat lainnya yang juga digunakan untuk pasien Covid-19 dalam kondisi kritis adalah methylprednisolone.

“Efeknya kira-kira sama, dan sama-sama digunakan untuk kasus (Covid-19) yang berat. Itu pun berdasarkan guideline yang dirilis oleh 5 perhimpunan kedokteran di Indonesia,” paparnya.

Seorang apoteker memegang sekotak tablet dexamethasone di sebuah toko kimia di London. Steroid dexamethasone pada Selasa (16/6/2020) diperlihatkan sebagai obat pertama yang secara signifikan mengurangi risiko kematian pada kasus pasien COVID-19 yang parah. Uji coba ini dipuji sebagai "terobosan besar" dalam perang melawan Covid-19. (AFP/Justin Tallis)

Tentang Obat Dexamethasone

Dexamethasone adalah jenis obat kortikosteroid yang meningkatkan respon pertahanan alami tubuh sehingga mengurangi gejala seperti bengkak dan reaksi alergi.

Namun sekali lagi, hal ini hanya berlaku untuk pasien dalam kondisi berat.

Situs WebMD menyebutkan dexamethasone adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi seperti arthritis, kelainan hormon/ darah/ imun, reaksi alergi, beberapa kondisi penyakit mata dan kulit, masalah pernapasan, dan beberapa jenis kanker.

Baca: Diklaim Ampuh Obati Corona, Dexamethasone Punya Efek Samping Cukup Bahaya, Ahli Virologi Buka Suara

Dexamethasone merupakan obat oral yang dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Halaman
12


Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer