Sempat Gagap Bahasa Inggris dan Ide Besarnya Ditolak CISCO, Berikut Kisah Eric Yuan Mendirikan Zoom

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Eric Yuan, sosok dibalik kesuksesan Zoom.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam situasi pandemi virus Corona, perekonomian dunia terdampak sangat luar biasa.

Banyak sektor ekonomi ikut terdampak dan mengalami kesulitan beraktivitas akibat mewabahnya virus yang pertama kali muncul di Wuhan tersebut.

Namun, disisi lain ada sektor yang ternyata mendulang untung besar selama pandemi. 

Bersama bidang kesehatan dan pangan, sektor informasi dan teknologi termasuk yang relatif aman dari pandemi virus Corona.

Salah satu pihak di bidang informasi dan teknologi yang naik daun selama Covid-19, adalah aplikasi tatap muka online yang marak digunkanan semalam banyak masyarakat berdiam dirumah.

Salah satu yang paling populer adalah perusahaan video komunikasi asal Amerika Serikat, Zoom menjadi aplikasi yang jamak digunakan.

Aplikasi video conference ini menjadi andalan untuk memfasilitasi pekerjaan, kegiatan belajar mengajar dan banyak hal.

Lalu, siapakan otak dibalik keberadaan Zoom yang naik daun ini?

Baca: Setelah Dugaan Data Diretas Hacker, Kali Ini Zoom Terseret Konflik Politik Amerika Serikat vs China

Baca: Facebook Luncurkan Terobosan Baru Messengger Room yang Akan Saingi Zoom, Begini Cara Menggunakannya

Baca: Gara-Gara Netflix dan Zoom, Presiden AS Donald Trump Marah Terhadap Pemerintah Indonesia, Ada Apa?

Ia adalalah Eric Yuan, CEO sekaligus inventor aplikasi Zoom.

Saat ini, pria yang berusia 50 tahun ini memegang sekitar 22 persen saham Zoom Video Communications Inc., perusahaan yang ia dirikan.

Eric Yuan, pendiri Zoom. (Twitter/@ericsyuan)

Eric Yuan merupakan warga Amerika Serikat yang lahir dan dibesarkan di wilayah Provinsi Shandong, China.

Ia merupakan lulusan dari Universitas Shandong.

Di sana, ia banyak mempelajari matematika dan ilmu komputer.

Sejak muda, Yuan selalu terkendala dengan jarak.

Semasa muda, ia harus naik kereta selama 10 jam untuk menemui kekasihnya.

Kendala jarak ini tak hanya dialami saat menjalin percintaan.

Kendala ini justru membuat Yuan semakin tekun dan berbuah manis seperti sekarang.

Yuan punya ambisi, ia ingin bekerja di Silicon Valley.

Namun, ia terkendala permohonan visa untuk dapat bekerja di sana dan Eric Yuan pun masih belum terlalu fasih alias gagap berbahasa Inggris waktu itu.

Butuh waktu hampir dua tahun dan sembilan kali permohonan agar ia bisa masuk dan bekerja di Amerika Serikat.

Halaman
1234


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer