Cegah Hoaks dan Click-bait, Twitter Buat Fitur Agar Pengguna Membaca Berita Dulu sebelum Re-tweet

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pengguna Twitter.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Informasi tak berdasar atau pun hoaks seringkali hadir dalam percakapan di sosial media.

Beberapa platform sosial media seperti Twitter pun telah mencoba mencari cara agar meminimalisir berita simpang siur atau penggunaan media sosial tak bertanggung jawab.

Twitter pun mencoba perbaikan demi memiminalisir hal tersebut.

Twitter mengumumkan fitur baru yang kini sedang diuji coba.

Fitur tersebut akan membuat atau "memaksa" pengguna untuk membaca artikel terlebih dahulu, sebelum me-retweet sebuah tautan atau link URL lainnya.

Baca: Bintang Emon Diduga Diserang Buzzer dan Dituduh Pakai Sabu hingga Trending Twitter

Menurut Twitter, mereka beralasan terkadang judul artikel tidak merepresentasikan seluruh isinya.

"Berbagi artikel dapat memicu percakapan baru, jadi Anda mungkin mau membacanya lebih dulu sebelum menge-twit," tulis Twitter pada Minggu (12/6/2020).

Dalam kicauannya, akun @TwitterSupport menjelaskan peringatan akan muncul dengan tulisan:

“Headline tidak menceritakan kisah lengkap. Ingin membaca ini sebelum melakukan Retweet?"

Baca: Terima Komplain, Twitter dan Facebook Hapus Video Tim Kampanye Donald Trump tentang George Floyd

Baca: Jual Es Dalgona Seharga Rp 5 Ribu Saja, Pedagang ini Laris Manis setelah Viral di Twitter

Viral utas di Twitter yang mengungkapkan data e-KTP dan KK diperjualbelikan secara ilegal. (Twitter/@hendralm)

Keputusan penerapan fitur peringatan ini dilakukan Twitter agar para penggunanya dapat menelaah terlebih dahulu pesan yang akan mereka bagikan.

Twitter melakukan demikian agar dapat mendorong diskusi yang lebih produktif.

Fitur ini menjadi pengingat bagi pengguna agar membaca artikel lebih dahulu, untuk mengetahui validitas informasi di dalamnya, sehingga tidak menyebarkan informasi yang salah, hoaks atau pun click-bait semata.

Dengan kata lain, pengguna Twitter "dipaksa" untuk berliterasi alias membaca terlebih dahulu, sehingga menjaga penyebaran berita hoaks.

Karena masih dalam tahap uji coba, maka fitur ini baru disebar ke beberapa pengguna dan masih akan dievaluasi.

Tiru Instagram

Setelah diperkenalkan beberapa bulan lalu, Twitter mulai menguji coba fitur " Fleets" pada platform-nya di sebagian negara.

Fleets sendiri merupakan fitur untuk berbagi foto, video, atau konten lainnya dengan durasi tayang 24 jam sebelum terhapus sendiri.

Fitur ini sangat mirip dengan Instagram Stories.

Baca: Twitter dan Reddit Lawan Kebijakan Visa Amerika Serikat yang Harus Cantumkan Nama Akun Media Sosial

Baca: Merasa Dipermainkan oleh Pihak Twitter, Donald Trump Ancam Tutup Keberadaan Platform Sosial Media

Baca: Fakta-fakta Cuitan Dokter yang Viral di Twitter Tentang Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya

Meski belum tersedia secara global, lewat sebuah video singkat, Twitter India mengumumkan bahwa fitur ini tengah diuji coba untuk pengguna di negara tersebut.

Managing Director Twitter India, Manish Maheshwari mengatakan bahwa, India merupakan salah satu pasar terbesar Twitter saat ini dan termasuk satu dari tiga negara pertama yang akan memperoleh fitur "Fleets" tersebut.

Halaman
12


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer