Sampai berita ini ditayangkan, baik Tokopedia maupun Kemenkominfo belum memberikan keterangan.
Pada pertengahan Mei lalu, Ketua KKI David Tobing juga sempat mengatakan bahwa Tokopedia selama ini tidak jujur dalam menginformasikan kasus kebocoran data pengguna yang terjadi.
Menanggapi hal itu, Kemenkominfo memastikan telah bekerja sama dengan BSSN untuk menyelidiki kasus kebocoran data pengguna di Tokopedia.
Ada 15 juta data pengguna Tokopedia yang diduga bocor dan kemungkinan dicuri sekitar bulan Maret 2020.
Tokopedia mengakui adanya usaha peretasan data pengguna tersebut.
Data yang dikumpulkan termasuk nama pengguna, e-mail, dan hash password yang tersimpan di dalam sebuah file database PostgreSQL.
Data tersebut disebar di sebuah forum online.
Baca: Lakukan Investigasi Internal, Kominfo Kini Bekerja Sama dengan BSSN untuk Tangani Masalah Tokopedia
Baca: Data Pengguna Tokopedia Diduga Bocor, Begini Cara Ganti Password hingga Hapus Akun Pembayaran
Baca: 15 Juta Data Pengguna Tokopedia Diduga Bocor, Praktisi Keamanan: Hanya Username yang Terpapar
"Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia," kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, dikutip dari Kompas.com
Meski membenarkan adanya upaya pencurian data, Tokopedia mengklaim bahwa informasi milik pengguna tetap aman dan terlindungi.
Nuraini mengatakan, password milik pengguna telah terlindungi dan dienkripsi.
Selain itu, Tokopedia juga menerapkan sistem kode OTP (one-time password) yang hanya bisa diakses secara real time oleh pemilik akun.
Meskipun begitu, Nuraini mengimbau agar pengguna tetap mengganti password akun secara berkala agar tetap aman.
Selain hash password, nama, dan e-mail, data yang diambil juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log in.
Tokopedia mengaku sedang menindaklanjuti masalah ini.
"Saat ini, kami terus melakukan investigasi, dan belum ada informasi lebih lanjut yang bisa kami sampaikan," kata Nuraini pada Sabtu (2/5/2020).
Sebelumnya, akun Twitter @underthebreach mengatakan ada sekitar 15 juta pengguna Tokopedia yang datanya dibagikan di forum gelap.
Data tersebut diperoleh sekitar bulan Maret lalu.
Belasan juta akun Tokopedia yang dibagikan memang mencantumkan sejumlah informasi pribadi pengguna dalam sebuah file (dump) database.
Beberapa di antaranya seperti nama akun, alamat e-mail, tanggal lahir, waktu login terakhir, nomor telepon, dan beberapa data pribadi lainnya.