"Bangsa kita yang terhormat mematahkan lutut (AS) ini, dengan menghancurkan persatuan mereka dan sekarang mereka tidak lagi memiliki lutut untuk menekan negara Iran," katanya dalam rapat kabinet, Kamis (11/6), seperti dikutip Kantor Berita Fars dan The Jerusalem Post lansir.
Rouhani menyebut AS telah berusaha untuk mengalahkan Iran selama beberapa dekade, dan Republik Islam berhasil mengalahkannya.
Empat bulan terakhir, AS menunjukkan tekanan yang ekstrem terhadap Iran tetapi negeri Mullah bisa bertahan.
Selain itu, Rouhani juga menyinggung perang AS melawan virus corona baru.
Menurutnya, AS berkinerja terburuk di antara negara-negara lain di dunia dan tidak memiliki pemimpin yang baik di puncak bahkan untuk menjalankan Washington.
Hanya Rouhani memperingatkan, krisis virus corona belum berakhir di Iran. Tapi, “Alhamdulillah, kita telah melipatgandakan upaya dalam situasi ini dan menciptakan kondisi yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.
Iran mulai melonggarkan pembatasan.
Iran diberitakan membuat versi palsu atau replika dari kapal induk Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Teluk untuk dipakai sebagi target dalam latihan militer.
Diberitakan oleh Arab News, replika kapal induk itu terlihat mirip kapal induk kelas Nimitz yang dikerahkan oleh Angkatan Laut AS melalui Selat Hormuz dan ke Teluk Arab.
Meski demikan, replika kapal versi Iran tersebut terlihat lebih kecil daripada yang asli.
Panjang replika itu sekitar 200 meter dan lebar 50 meter, sedangkan kapal induk kelas Nimitz lebih dari 300 meter dengan lebar 75 meter.
Menurut foto satelit yang diambil oleh Maxar Technologies seperti yang dilaporkan Arab News, replika ini membawa 16 jet tempur palsu di geladaknya.
Kapal palsu itu mengambang di pelabuhan selatan Bandar Abbas.
Penampilannya mengisyaratkan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sedang mempersiapkan pengulangan tiruan yang dilakukan pada Februari 2015.
Replika tersebut juga menyerupai kapal induk yang digunakan dalam latihan militer yang disebut Nabi Besar 9, ketika speedboat menembakkan senapan mesin dan roket menyerbu kapal palsu, yang sebenarnya merupakan sebuah tongkang mengambang.
Baca: Iran, Rusia, China, dan Turki Justru Rayakan Kekacauan dan Kerusuhan di Amerika Serikat
Baca: AS dan NATO Gelar Latihan Perang di Tengah Pandemi, Pamer Kekuatan kepada Rusia
Rudal yang bisa muncul ke permukaan ke laut kemudian menghancurkan replika itu.
"Kapal induk Amerika adalah depot amunisi besar yang menampung banyak rudal, roket, torpedo, dan lainnya," kata mantan kepala angkatan laut IRGC Laksamana Ali Fadavi pada saat itu kepada Arab News.