Ketua RT 02 RW 02 Dusun Tondomulyo M Solikin mengatakan bahwa adanya keranda mayat dan ilustrasi pocong tersebut memang benar pernah diletakkan di depan Jalan Melon Dusun Tondomulyo.
"Iya benar. Itu sudah ada sejak Minggu waktu Idul Fitri pertama. Berawal dari keprihatinan mengenai kurangnya menjaga protokol kesehatan," kata Solikin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/5/2020).
Adapun cerita di balik adanya keranda mayat dan pocong tersebut adalah lantaran masih adanya warga yang "bandel" untuk keluar masuk walaupun portal jalan sudah tertutup.
Kemudian, Solikin merasa bahwa hal ini nantinya akan berbahaya jika tidak dihentikan.
"Akhirnya saya dan anak saya mengambil kursi panjang yang kami hadangkan di depan portal. Karena takut kursi itu angkat dengan mudah, akhirnya kami mengambil selimut keranda yang kebetulan berada di dalam pos kamling, lengkap dengan peralatan kematian," ujar Solikin.
Melihat ia dan anaknya kewalahan, datanglah beberapa pemuda dan warga sekitar untuk membantu agar portal tersebut efektif menghalau warga tidak keluar masuk.
Awalnya, kata Solikin, banyak warga yang merasa takut untuk melintasi atau sekedar mendekati portal.
Kendati demikian, bagi warga yang dalam berkepentingan khusus, pihaknya telah menyiapkan jalan khusus.
"Yang berkepentingan khusus misalnya belanja atau bekerja, kami sudah siapkan jalan tikus yang hanya diketahui oleh warga Jalan Melon," papar Solikin.
"Jadi bukan hanya sekedar menutup akses, namun kami juga memberikan solusi untuk warga kami beraktifitas," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp"