Ketahui Bagaimana Penularan, Gejala dan Pengobatan Ebola, Virus Lama yang Kembali Merebak di Kongo

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Virus Ebola

Pengobatan dan perawatan

Seorang perawat dengan pakaian pelindung di pusat perawatan Ebola di Kongo. (stimme.de)

Untuk orang-orang yang terjangkiti virus ebola wajib memperoleh perawatan dan dukungan medis secara intensif.

Apabila pasien tidak segera mendapat penanganan tepat, maka kemungkinan besar kasus ini akan berujung fatal.

Sama halnya dengan virus corona, ebola juga belum mempunyai vaksin legal atau obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan infeksi, baik untuk manusia atau hewan.

Sederet terapi darah, imunologi, dan obat sampai sekarang terus dikembangkan dan diupayakan untuk menangani kasus yang terjadi.

Satu diantara vaksin yang dikembangkan dan sedang diuji coba yaitu rVSV-ZEBOV.

Vaksin rVSV-ZEBOV digunakan pada wabah yang terjadi tahun 2015, dan melibatkan 11.841 dalam uji coba ini.

Sebanyak 5.837 diberikan vaksin, sisanya tidak.

Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. (POOL/REUTERS)

Mereka yang mendapatkan vaksin ini, dalam 10 hari berikutnya tidak ada satu orang pun yang terinfeksi ebola.

Akan tetapi pada orang yang tidak menerima vaksin, dalam jangka waktu yang sama ditemukan ada 23 kasus ebola.

Vaksin tersebut saat ini digunakan dalam menangani wabah yang tengah berlangsung di Kongo.

Walaupun terbilang efektif, vaksin ini belum memperoleh lisensi maupun pengesahan sebagai vaksin virus ebola.

Kunci penting untuk mengendalikan penyebaran ebola yaitu dengan melibatkan masyarakat luas.

Penerapan sejumlah upaya intervensi juga penting untuk mengendalikan laju infeksi.

Di mulai dari manajemen kasus, penerapan praktik pencegahan, melakukan pengawasan, pelacakan kontak, dukungan laboratorium yang berfungsi baik, praktik pemakaman yang aman, sampai dilakukannya mobilisasi sosial.

Pengendalian wabah yang baik bergantung pada penerapan paket intervensi, yakni manajemen kasus, praktik pencegahan dan pengendalian infeksi, pengawasan dan pelacakan kontak, layanan laboratorium yang baik, penguburan yang aman dan bermartabat serta mobilisasi sosial.

Apabila ada penderita terkonfirmasi virus ebola berhasil disembuhkan dengan obat tertentu, mereka masih harus tetap merasakan efek samping dari proses pemulihan tersebut.

Dari merasakan kelelahan, sakit pada otot, masalah penglihatan, hingga sakit perut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer