Pesan tersebut mulanya diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Rizan Dwi Herlianto.
Unggahan tersebut berisi pesan tentang garam dapur yang ampuh obati batuk berdahak dan virus corona.
Postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 5 ribu kali dan mendapat komentar lebih dari 700 kali, sejak pertama kali diunggah pada Kamis (21/5/2020).
Namun, pada Kamis (28/5/2020), unggahan tersebut sudah tidak bisa ditemukan kembali dengan kemungkinan telah dihapus oleh sang pengunggah.
"Corona kalah dengan Garam dapur, Gak perlu vaksin-vaksinan yang mau di drop oleh yahudi atau Cina. Ini bukan hoaks," tulis postingan itu.
Di dalam tulisan yang diunggah oleh Rizan, menyebutkan jika garam dapur yang dicampur dengan air hangat dapat meredakan batuk berdahak.
Bahkan, ia juga mengatakan jika tisu yang diberi minyak angin dan diletakkan di hidung saat meminum air campur garam tersebut bisa meredakan sakit batuk akibat virus corona.
Baca: Jelang New Normal, Serikat Buruh: Masyarakat Sudah Kehilangan Pekerjaan, Akan Kembali Kerja Dimana?
Baca: Marak Dipakai, Seberapa Amankah Penggunaan Face Shield Cegah Penularan Covid-19? Ini Penjelasannya
"Ambil tisu kasih minyak angin. Terus ditutup ke hidung jadi masker. Rasakan tarikan nafas yang hangat oleh aroma minyak angin," lanjutnya.
Informasi tersebut disebarkan oleh Rizan di Facebook karena ia meyakini penggunaan garam dapur sebagai obat alami untuk menyembuhkan batuk berdahak.
Ia menyebutkan jika informasi tersebut didapatkannya dari teman yang baru saja terinfeksi virus corona.
Postingan tersebut pun mendapat reaksi yang beragam dari warganet, bahkan ada juga yang membenarkan informasi tersebut.
"Memang bnar ttg kasiat garam untuk pencahar dahak,caranya larutkan garam 1/2 SDM dalam 1/2 gelas air hangat pada sore hari ,kemudian letak kan garam di luar rumah selama 1mlm pagi2 sebelum makan /makan minumlah air garam tsb maka dahak yang mengental akan menjadi encer dan bisa keluar bersama ludah selamat mencoba," tulis salah satu komentar di postingan tersebut.
Baca: Gagal Terapkan Aturan New Normal, Korea Selatan Kembali Perketat Pembatasan Sosial di Ibu Kota
Melihat postingan tersebut, kominfo pun memberikan keterangan jika hal yang diungkapkan oleh pengguna Facebook tersebut hoaks.
Faktanya, garam dapur tidak bisa membunuh virus dan menyembuhkan batuk berdahak.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menegaskan bahwa garam dapur bisa membantu menyembuhkan batuk berdahak dan virus corona adalah hoaks.
Ia mengatakan, garam dapur tidak bisa menyembuhkan batuk berdahak apalagi membunuh virus corona di dalam tubuh.
Baca: HOAKS, Pesan Whatsapp 7 Pasien Meninggal Dunia di RSUD Dr Moewardi, Solo Jawa Tengah
Baca: Disinformasi Semua Petugas Laboratorium Unair Terpapar Covid-19, Berikut Fakta Lengkapnya
Baca: 8 Mitos dan Hoaks Virus Corona: Nyamuk Bukan Perantara Covid-19, Alkohol Bisa Bunuh Coronavirus?
"Sampai sejauh ini untuk virus di dalam tubuh tidak ada. Kalau di luar tubuh manusia, sejauh ini garam juga tidak disebut," kata Ari.
Mereka yang mengalami batuk disarankan memeriksakan dirinya ke dokter dan tidak mengambil kesimpulan sendiri.
"Ke dokter musti dipastikan batuk disebabkan oleh apa," kata Ari.
Ia mengatakan, dalam situasi pandemi virus corona, masyarakat bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan secara online yang bisa dilakukan melalui berbagai aplikasi.