Mereka membayangkan mutasi virus corona terjadi seperti mutasi virus pada novel dan film fiksi ilmiah.
Virus yang bermutasi dianggap lebih berbahaya, tetapi pada kenyataannya tidak sedramatis itu.
Dalam beberapa bulan belakangan, ilmuwan menemukan mutasi genetik berupa strain dari virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.
Hal ini tentu terdengar mengerikan.
Namun, seiring ditemukannya strain baru, jumlah laporan yang menyatakan strain tersebut lebih berbahaya sangat sedikit, bahkan nihil.
“Faktanya, mutasi ini sungguh sesuatu yang normal. Virus tercipta untuk berevolusi,” tutur Kari Debbink, ahli virologi di Bowie State University, Maryland, seperti dikutip Science News, Kamis (28/5/2020).
Secara sederhana, virus merupakan senyawa protein yang memiliki material genetik DNA atau RNA. Dalam kasus SARS-CoV-2, virus tersebut memiliki RNA bernama nucleotides.
Nucleotides ini menyediakan kode untuk membangun asam amino yang berbentuk duri (spike) pada virus. Sebuah mutasi berarti perubahan yang terjadi pada nucleotides.
Pada virus SARS-CoV-2, berarti satu dari 30.000 nucleotides. Perubahan seperti ini memberi titik terang bagi para ilmuwan untuk mengumpulkan sekuens virus SARS-CoV-2.
Berkat mutasi ini, para ilmuwan dapat melakukan sekuens terhadap RNA virus dalam menginfeksi manusia.
Baca: Kabar Gembira, Ratusan Relawan Suntik Vaksin Virus Corona di China Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Para ilmuwan dapat memprediksikan di mana dan bagaimana virus corona menyebar pada sebuah populasi.
Perlu diingat, setiap virus adalah individu yang berbeda dengan susunan genetik yang berbeda pula.
Faktanya, virus corona jenis SARS-CoV-2 bermutasi dalam jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan influenza.
Mutasi bisa memengaruhi virus dalam berbagai cara, tetapi hanya beberapa jenis mutasi yang bisa membuatnya lebih berbahaya untuk manusia.
Bisa jadi, apabila virus tersebut mengubah cara infeksinya terhadap sistem imun atau membuatnya lebih resisten terhadap pengobatan.
Mutasi juga bisa menjadi penyebab sebuah penyakit menyebar dengan luas pada populasi dengan tingkat keparahan yang beragam.
Namun, mutasi seperti itu tidaklah sering terjadi, bahkan sulit untuk diidentifikasi.