KPAI Ungkap Nasib Pelajar Jika New Normal Berlaku di Sekolah, Bahaya dan Dampaknya Tak Main-main

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Dia mengatakan tidak mudah tentunya mengatasi anak yang terpapar virus Corona yang mengharuskan dilakukan isolasi.

"Dan anak-anak dirawat di rumah sakit, dia itu diisolasi tidak bisa sendiri, kalau anak SD, anak TK," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 3.34

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti memberikan tanggapannya soal rencana pemberlakukan kehidupan new normal di tengah pandemi virus Corona.

Dikutip dari tayangan Youtube metrotvnews, Rabu (27/5/2020), Retno Listyarti berharap dalam penentuan new normal tidak dilakukan secara gegabah, khususnya untuk sekolah.

Menurutnya, untuk kemungkinan dilakukan new normal di sekolahan harus benar-benar mengacu pada data kasus Corona.

Dirinya sedikit setuju jika new normal di sekolah dilakukan tidak secara serentak atau dilihat berdasarkan status di suatu daerahnya.

Retno menegaskan untuk saat ini tidak ada alasan bagi pemerintah membuka kembali sekolah untuk wilayah DKI Jakarta.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti memberikan tanggapannya soal rencana pemberlakukan kehidupan New Normal di tengah pandemi Virus Corona, khususnya untuk lingkup sekolah. (YouTube/metrotvnews)

Seperti yang diketahui, DKI Jakarta merupakan episentrum penyebaran virus Corona di Indonesia.

Maka risikonya akan sangat tinggi jika membuka kembali sekolah dalam keadaan jumlah kasusnya yang masih tinggi.

Ia tidak ingin anak-anak menjadi korban dari kebijakan asal-asalan dari pemerintah.

"Menurut kami KPAI kalau zero kasus itu terjadi di beberapa daerah mungkin tidak serentak bisa membuka sekolah," ujar Retno.

"Tapi untuk episentrum seperti Jakarta saya rasa harus nol kasus dulu," jelasnya.

"Karena ini pertaruhannya keselamatan anak-anak kita," tegasnya.

Retno kemudian meminta pemerintah untuk terus mengkaji kemungkinan tersebut.

Termasuk juga membicarakan dengan para ahli yang berkompeten di bidang pendidikan dan anak.

Baca: Sekolah Dibuka Lagi Bulan Juli, Mendikbud: Kami Tidak Pernah Mengeluarkan Kepastian, Itu Tidak Benar

Menurutnya, untuk masalah pendidikan dan anak tidak tepat jika dimusyawarahkan kepada ahli ekonomi.

Jangan sampai perhitungan untuk membuka sekolah disangkutkan dengan masalah ekonomi.

Namun faktor kesehatanlah yang harusnya menjadi pertimbangan utama.

"Kemudian yang kedua adalah idealnya itu membuka sekolah seperti apa jangan bertanya pada ahli ekonomi," ungkapnya.

Halaman
123


Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer