LSF Sebut Bioskop Harus Ikuti Standar Kesehatan Jika Dibuka saat Masa New Normal

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bioskop.

"Setelah (dilantik) itu, dunia juga Indonesia langsung dihantam Covid-19. Meski demikian, sebagaimana janji Presiden Joko Widodo, direktorat baru ini tetap berupaya meningkatkan sisi pendidikan film, musik dan media baru dari hulu hingga hilir," kata Ahmad Mahendra, Senin (25/5/2020).

Djonny Syafruddin, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), berharap, adanya direktorat baru ini, persoalan pajak tontonan di seluruh Indonesia dapat ditekan ke angka 10 persen.

Saat ini pajak hiburan tertinggi berada di angka 35 persen.

Baca: Dakota Johnson Dikabarkan Bergabung dalam Film Don’t Worry, Darling Garapan Sutradara Olivia Wilde

Baca: Tanggal Rilis Film Godzilla vs. Kong Kemungkinan Ditunda hingga Tahun 2021

Djonny Syafruddin, Ketua GPBSI. (ist via tribunnews.com)

Menurut Djonny Syafruddin, Undang-undang Perfilman No 33/2019 yang menggantikan UU No 8/1992 harus diperbaiki supaya lebih berpihak kepada pelaku industri perfilman.

Efek Covid-19 terhadap industri film, diakuinya, memang sangat dahsyat.

Soal kemungkinan bioskop kembali buka dalam waktu dekat, Djonny Syafruddin masih akan menunggu kepastian pemerintah pusat.

"Wait and see jika bioskop kembali akan dibuka," pungkasnya.

(TribunnewsWiki.com/SO/ Wartakotalive/ Irwan Wahyu Kintoko)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pandemi Covid-19 Belum Reda di Indonesia, Bagaimana Jika Bioskop Dibuka Kembali?



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer