Berteriak dan Ancam Bunuh Diri, Pasien Positif dan PDP Covid-19 Minta Pulang Untuk Rayakan Lebaran

Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona - Pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berteriak dan mengancam untuk bunuh diri pada petugas rumah sakit di Pemakasan, Madura.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berteriak dan mengancam untuk bunuh diri pada petugas rumah sakit di Pemakasan, Madura.

Ketua Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan, Syaiful Hidayat menolak permintaan pasien tersebut.

Diketahui, pasien-pasien tersebut meminta untuk dipulangkan ke rumah karena ingin merayakan lebaran di rumah.

Syaiful tak ingin mengambil risiko.

Pasalnya, pasien positif dan PDP Covid-19 tersebut berpotensi menyebabkan munculnya kasus virus corona baru pada keluarga dan kerabatnya.

“Kami tolak permintaan pulang dari pasien atau keluarga pasien Covid-19,” kata Syaiful, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/5/2020).

Permintaan tersebut, kata Syaiful, disampaikan oleh pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 Pamekasan.

Baca: Kronologi dan Klarifikasi RS Mojokerto Soal Petugas Minta Uang Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Baca: 2 Tenaga Medis Covid-19 Ditembak KKB Papua Saat Antarkan Obat-obatan, Satu Ditemukan Meninggal

Terlebih, permintaan tersebut juga disampaikan oleh keluarga pasien yang mendatangi rumah sakit.

Namun, dokter bersikukuh tak mengizinkan para pasien tersebut keluar dari ruangan isolasi.

Sejumlah umat muslim saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019). Umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H yang jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. (Tribunnews/JEPRIMA)

Pihak RSUD Smart Pamekasan bahkan hingga mengunci pintu ruangan isolasi dari luar.

Hal tersebut dilakukan agar pasien yang berada di dalam tidak kabur.

Syaiful menyebut, beberapa pasien bahkan berteriak meminta untuk dipulangkan.

Para pasien tersebut mengaku jenuh dan stres berada di dalam ruangan isolasi.

Hal yang lebih mengagetkan, bahkan ada pasien yang berteriak dan mengancam untuk bunuh diri.

“Ada yang sampai bilang mau bunuh diri di dalam ruangan,

Tapi kami tetap bergeming dan terus menjalankan tugas sesuai prosedur,” jelas Syaiful.

Untuk itu, Syaiful mengingatkan warga masyarakat agar tak menyepelekan protokol kesehatan untuk mencegah virus corona.

Sebab, apabila sudah menjadi pasien positif, butuh kesabaran yang luar biasa untuk menghadapinya.

Baca: Mall dan Jalanan Mulai Ramai Jelang Lebaran, Penggali Kubur Covid-19 Merasa Prihatin

Baca: H-2 Lebaran, Volume Kendaraan yang Nekat Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Mulai Meningkat

Pasien harus menjalani isolasi selama dua pekan bahkan hingga satu bulan lamanya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19.

Halaman
123


Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer