Ia pun memberikan masukan agar penerapan PSBB kali ini harus lebih ketat dari sebelumnya.
Tapi kalau emang begitu, harusnya dua minggu ini pemerintah harus lebih ketat dari sebelumnya. Ya mungkin petugas capek harus mengawasi terus, tapi kalau mau ya dua minggu ini harus kerja ekstra," ucap Harri.
Ia juga mengingatkan Pemprov DKI terkait pemaksimalan penyaluran bansos selama dua minggu terakhir ini.
"Ya soalnya tabungan orang pasti udah menipis semua, makanya belakangan banyak yang pengen keluar cari duit," ucap Harri.
Menurut Harri warga saat ini membutuhkan kepastian terkait bantuan, kapan warga mulai bisa beraktivitas kembali, hingga penegakkan aturan di lapangan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 22 Mei hingga 4 Juni 2020.
Setelah fase perpanjangan PSBB tersebut usai, Anies mengatakan, bisa saja seluruh warga ibu kota dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
Namun tetap dengan catatan, warganya harus mematuhi protokol kesehatan serta memenuhi syarat selama fase perpanjangan PSBB dua pekan ke depan.
"Bila kita melakukan kedisiplinan berada di rumah, maka insya Allah setelah dua minggu ini, kita bisa keluar dari fase PSBB," kata Anies pada siaran pers yang diadakan secara online, Selasa (19/5/2020).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PSBB Jakarta Diperpanjang, Warga Jenuh dan Butuh Kepastian"