Jurnal Medis The Lancet Sebut Trump Kutip Penelitian yang Tak Ada, dalam Surat Ancamannya untuk WHO

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden AS Donald Trump mengangkat bagan yang menunjukkan tingkat pengujian COVID-19 di seluruh dunia selama pertemuan dengan Gubernur Iowa di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 6 Mei 2020.

"Jelas salah langkah yang berulang kali oleh Anda dan organisasi Anda dalam merespons pandemi ini sangat mahal bagi dunia. Satu-satunya jalan ke depan untuk Organisasi Kesehatan Dunia adalah jika itu benar-benar dapat menunjukkan kemerdekaan dari China.”

"Pemerintahan saya sudah memulai diskusi dengan Anda tentang bagaimana mereformasi organisasi. Tetapi tindakan diperlukan dengan cepat. Kami tidak punya waktu untuk membuang-buang,” kata Trump.

Baca: Saat JK Singgung Ajakan Jokowi untuk Berdamai dengan Covid-19: Kalau Virusnya Enggak Mau Bagaimana?

Baca: Studi Terbaru: Sel T yang Ditemukan Sebelum Pandemi Diklaim Bisa Membantu Melawan Virus Corona

Surat itu juga menggarisbawahi sejauh mana kesalahan yang ditujukan pada WHO dan China telah menjadi bagian yang menentukan dari respons Presiden terhadap wabah tersebut.

Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan dia akan terus memimpin perang global melawan pandemi virus corona setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong dana untuk WHO dan akan keluar dari keanggotaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Selasa membela peran badan tersebut setelah Amerika Serikat kembali menahan dukungan penuh untuk resolusi yang disahkan oleh negara-negara anggota pada pandemi.

"Kami menginginkan akuntabilitas lebih dari siapa pun," kata Tedros dalam pertemuan virtual 194 negara anggota WHO.

"Kami akan terus memberikan kepemimpinan strategis untuk mengoordinasikan respons global,” katanya seperti dilansir oleh Aljazeera.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer