Hal-hal yang Perlu Dipahami Masyarakat Saat New Normal Mulai Diterapkan Dalam Kehidupan

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi New Normal

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saat ini dunia tengah menghadapi masa sulit.

Banyak negara di dunia telah mengalami dampak serius akibat pandemi Covid-19 ini.

Pandemi Covid-19 telah melanda dunia sejak akhir 2019.

Wabah virus corona telah memaksa orang-orang untuk tetap tinggal di rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Seluruh kegiatan dari sekolah, bekerja, rapat, konser, jalan-jalan, belanja, selama tiga bulan terakhir semuanya dilakukan dari rumah.

Banyak negara di dunia yag menganjurkan warganya untuk tetap beraktivitas di rumah dan menekan untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Kecuali, bagi orang-orang yang memang harus keluar dan aktivitasnya tidak dapat dikerjakan dari rumah.

Kebijakan ini turut berdampak signifikan pada jalannya roda perekonomian.

Terlebih lagi bagi mereka yang bergelut di bidang informal.

Berubahnya aktivitas masyarakat membuat dunia usaha sepi, misalnya di bidang pariwisata, penjualan retail, transportasi online, dan sebagainya.

Tampaknya untuk tetap di rumah dinilai tidak dapat selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian.

Berita paling baru, pemerintah mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas di luar rumah.

Sekolah pun direncanakan dibuka kembali pada Juli mendatang.

Di lain sisi, virus corona masih tersebar luas di tengah masyarakat, penyebaran infeksinya juga berlangsung dengan mudah dan cepat, sementara vaksin belum juga ditemukan.

Di sini lah, pola hidup normal baru atau new normal akan diimplementasikan.

Lantas apa saja yang perlu dipahami soal new normal ini?

1. Imbauan WHO

World Health Organization (WHO) (World Health Organization (WHO))

Hal pertama yang perlu diketahui yakni , konsep pola hidup normal baru ini adalah salah satu yang diimbau oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus  dalam postingan di akun Twitter-nya menuliskan, sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah suatu wilayah atau negara untuk melonggarkan pembatasan mengenai [andemi virus corona.

Satu di antaranya yaitu mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakatnya untuk hidup di bawah new normal.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer