Dalam kesimpulannya, Presiden berusia 73 tahun itu menduga "salah langkah" yang dilakukan oleh Jenewa (WHO) berulang kali telah menyebabkan banyak nyawa yang hilang.
"Satu-satunya cara bagi Badan Kesehatan Dunia adalah dengan menunjukkan mereka bisa merdeka dari China," jelas Trump dalam suratnya.
Dia kemudian menyerukan kepada Jenewa untuk menerapkan "peningkatan substantif utama" selama 30 hari, tanpa menjelaskan apa maksudnya.
Baca: AS Catatkan 1,5 Juta Kasus Positif Covid-19 dan 90 Ribu Kematian, Trump Masih Ingin Buka Ekonomi?
Jika tak dijalankan, Trump kemudian melontarkan ancaman bahwa AS bakal menarik dana secara permanan, bahkan akan meninjau status keanggotaan mereka.
Pada April, presiden mengumumkan membekukan pendanaan WHO, di mana Washington merupakan penyandang dana utama, sekitar 15 persen dari total anggaran 2019.
Adapun pertemuan tahunan Dewan Kesehatan Dunia yang digelar secara virtual, meninjau kinerja WHO, sejauh ini diwarnai tudingan atas lembaga itu.
Pada Senin (18/5/2020), muncul 496 kasus baru covid-19 kembali yang diumumkan oleh Pemerintah Indonesia.
Jumlah kumulatif kasus virus Corona di Indonesia pun kini menjadi sebanyak 18.010 kasus.
Dari jumlah itu, 1.191 orang meninggal dunia, dan jumlah pasien sembuh 4.324 orang.
Kasus-kasus ini tersebar di 34 provinsi dan 389 kabupaten/kota di Indonesia.
Hingga kini, ada 45.047 ODP dan 11.422 PDP yang dikonfirmasi oleh pemerintah Indonesia.
Adapun kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Melansir data dari laman Worlometers hingga Selasa (19/5/2020) pagi, jumlah total kasus virus Corona di dunia adalah sebanyak 4.885.035 (4,88 juta) kasus.
Dari jumlah tersebut, telah terjadi 319.779 kasus kematian.
Sementara itu, 1.902.554 (1,9 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.
Adapun kasus yang masih aktif berjumlah 2.662.702 kasus dengan 2.617.950 pasien berada dalam kondisi ringan, dan 44.572 dalam kondisi kritis.
Kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di AS, yaitu dengan jumlah kasus lebih dari 1,5 juta, disusul Rusia, Spanyol, Brazil, dan Inggris. Kondisi dari pandemi virus Corona ini masih terus berkembang dan mengalami perubahan setiap harinya.