Video Debat dengan Orang Tua Santri Positif Corona Viral, Anak Bupati Madiun: Ayah Bawa Virus

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Belajar dari pengalaman yang dialami, suami Penta Lianawati itu bisa mendapatkan gambaran tekanan yang dihadapi tim medis dan anggota Gugus Tugas Covid-19 saat bekerja di lapangan dan ketika pulang ke rumah.

Untuk itu, Kaji Mbing mengimbau masyarakat bersama-sama menanggulangi penyebaran virus corona dengan disiplin menaati protokol kesehatan Covid-19.

Baca: 62 Negara Dunia Setuju Dorong Investigasi Terkait Penyebaran Virus Corona, China Merasa Diserang

Caranya dengan rajin mencuci tangan dengan air mengalir, memakai masker saat keluar rumah, serta disiplin menjaga jarak sosial dan fisik.

Menurut data Pemkab Madiun, total jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 21 orang hingga Senin (18/5/2020).

Rinciannya, lima orang asal klaster tenaga pelayanan Haji Surabaya (tiga di antaranya sudah sembuh) dan 16 pasien dari klaster Pondok Temboro di Magetan.

Sementara itu, jumlah PDP sebanyak 35 orang dan ODP sebanyak 322 orang.

EVAKUASI--Nampak tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun mengevakuasi Wahyu Utami (30), perempuan asal Pati, Jawa Tengah yang ditemukan pingsan di toilet Indomaret Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (30/4/2020) siang.(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI) (Kompas.com)

Orang tua santri positif Covid-19 tuduh Bupati Madiun zalim

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, sempat mengalami kesulitan ketika menjemput warganya yang positif terpapar virus corona.

Ahmad Dawami memutuskan datang setelah mendapat informasi bahwa tim medis dihalangi saat menjemput sang pasien yang merupakan santri asal Temboro.

Santri tersebut tinggal di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, dan kemudian didatangi pria yang akrab disapa Kaji Mbing ini.

Sayangnya, ketika sampai di sana, Kaji Mbing langsung mendapat penolakan dari orangtua santri yang kekeh menyebut anaknya tidak sakit.

Mbing mengatakan bahwa kedua orangtua anak itu menilai hanya orang sakit saja yang seharusnya dibawa ke rumah sakit.

Sementara santri yang dinyatakan positif Covid-19 itu tidak mengalami gejala sakit yang mengarah ke corona atau orang tanpa gejala (OTG).

“Kami pun sudah menjelaskan bahwa anaknya termasuk pasien yang positif, namun tidak memiliki gejala klinis Covid-19. Mereka tetap bersikukuh anaknya dalam kondisi sehat dan tidak sakit,” ungkap Kaji Mbing pada Kamis (14/5/2020) malam, dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya dihadang, ayah kandung dari santri itu sempat membaca doa dengan suara keras yang menuding orang nomor satu di Madiun itu menyakiti dan menzalimi keluarga mereka.

Baca: Alasan Pasien Positif Corona Asal Tasikmalaya Mengamuk dan Peluk Warga saat Dijemput Petugas Medis

Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

Padahal, kedatangan Kaji Mbing dan petugas untuk menyelamatkan anaknya yang terjangkit virus yang sudah banyak memakan korban jiwa.

“Justru mereka malah memiliki paham tersendiri yang katanya saya malah menyakiti, menzalimi.

Tetapi, saya sampaikan yang namanya pemerintah pasti tidak akan menjerumuskan masyarakatnya,” ujar Kaji Mbing.

Setelah beradu argumentasi selama satu jam, akhirnya kedua orangtua santri itu menyerahkan anaknya untuk diisolasi ke RSUD Dolopo Madiun, sampai nanti dinyatakan sembuh dari Covid-19. 

(TribunnewsWiki/Niken/Tyo) (Kompas/Dheri Agriesta/Muhlis Al Alawi/)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Enggak Boleh Masuk Kamar, Ayah Membawa Virus".



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer