Kisah Sendu Bocah Penjual Jalangkote, Harus Terima Bully-an ketika Bantu Orang Tua Mencari Nafkah

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

video bocah penjual gorengan yang dibully oleh beberapa pemuda

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhir-akhir ini video bocah penjual jalangkote yang kena bully-an ramai menyebar di dunia maya.

Video tersebut juga mendapatkan respons yang beragam dari warganet.

Informasi terbaru pelaku pembully-an pada bocah tersbut telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Bocah penjual jalangkote tersebut adalah RL (12).

Dia adalah warga Jalan Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, Sulawesi Selatan.

Baca: Motif Hanya Iseng dan Bercanda, Pelaku Bully Bocah Penjual Jalangkote Terancam 3 Tahun Penjara

Baca: Fakta Terbaru Bocah Penjual Jalangkote: Sudah Sering Dibully, Kini Dapat Bantuan dan Perhatian Tokoh

Dalam kesehariannya saat menjajakan jajanan jalangkote, RL sering mendapat bully-an dari kelompok pemuda dan anak-anak di jalanan.

Hal tersebut diceritakan Paur Humas Polres Pangkep, Aiptu Agus Salim, saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020).

Dia menceritakan bahwa bully-an sering diterima RL, namun baru kali ini yang sangat keterlaluan karena disertai pemukulan dan dorongan hingga tersungkur di tanah.

“Kasihan, sering di-bully oleh kelompok pemuda maupun anak-anak saat dia keliling berjualan jalangkote. Mungkin karena tubuhnya yang gemuk sehingga mendapat perlakuan itu. Tapi, kali ini sungguh kelewatan kelompok pemuda Firdaus yang kini sudah diamankan polisi,” jelas Agus.

Agus menjelaskan, RL merupakan bocah yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

RL setiap harinya ikut membantu orangtuanya mencari nafkah dengan berjualan jalangkote keliling.

Sepulang dari sekolah, RL berkeliling menjajakan jalangkote buatan ibunya.

Dalam video tersebut juga terlihat RL menggunakan sepedanya saat menjajakan dagangannya.

“RL memang dari keluarga tidak mampu, jadi dia harus membantu ayah dan ibunya mencari nafkah. Ya saat mencari nafkah itulah, RL sering di-bully dan dia tetap sabar hadapi orang-orang,” terangnya.

Agus membeberkan, Firdaus (26), warga Jalan Tanete, Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma'rang, yang melakukan pemukulan terhadap RL masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pangkep.

Hal yang sama juga berlaku untuk tujuh orang rekan Firdaus lainnya yang masih diperiksa sebagai saksi.

“Kasus ini masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Pangkep. Sebentar akan diumumkan status kasus ini dan tersangkanya,” jelasnya.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat RL mengalami bully-an sudah kelewat batas.

RL dipukuli, dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2020) sore.

Video tersebut membuat warganet geram dan mengecam kelakuan sekelompok pemuda di Kabupaten Pangkep tersebut.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer