Jokowi Tak Masalah Pasar Ramai Dipenuhi Warga, Inikah Bentuk Hidup Normal Berdamai dengan Corona?

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo tak masalahkan pasar ramai dipenuhi masyarakat yang berbelanja untuk persiapan hari raya Idul Fitri 1441 H. Ia berpesan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan.

Saking penuhnya dengan orang-orang yang datang di pasar tersebut, jalanan pasar tersebut nampak tidak bisa dilewati lagi.

Unggahan video tersebut menjadi viral pada 17 Mei 2020 karena mendapat reaksi yang beragam dari warganet.

Dari keterangan sang pengunggah video yakni @hendri_setiadi, kerumumanan lautan manusia tersebut terjadi di Pasar Anyar, Bogor.

Kemacetan pun terjadi di dua arah jalan yang menyebabkan banyak motor salah berdekatan satu sama lain.

Terlihat bahkan ada motor yang ingin berlawanan arah namun tidak bisa saking banyaknya pengendara yang datang ke pasat tersebut.

Baca: Gara-gara Mudik, Ahli Prediksikan 40.000 Kasus Corona Baru Akan Terjadi di Pulau Jawa

Baca: Kritik Pengesahan Revisi UU Minerba, Refly Harun: Kenapa Presiden dan Menteri Tidak Membela BUMN?

Baca: Walau Sebut Jokowi Orang Baik, Din Syamsuddin: Presiden Tak Kuasa Atasi Orang Buruk di Sekitarnya

Walaupun begitu, dari video tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian pengendara tetap menggunakan masker sebagai alat perlindungan diri.

Namun tetap saja, warga yang memadati jalanan di dekat pasar tesebut tidak mempedulikan aturan physical distancing lagi.

Sampai hari ini, Senin (18/5/2020), video yang viral di Twitter itu kini sudah mendapat 1,7 ribu retweet dan 3,7 like.

Diketahui, beberapa orang yang datang ke Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang tersebut datang untuk membeli kebutuhan Lebaran.

Kepadatan yang terjadi itu membuat beberapa kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan di sekitar pasar.

Jalan yang terpantau macet akibat lonjakan pengendara dan pengunjung Pasar Anyar yakni Jalan Dewi Sartika dan Jalan Mayor Oking.

Kendati demikian, dari video berdurasi 31 detik tersebut, kemacetan dan kerumunan terjadi di sekitar Jlaan Ardio menuju ke statiun Bogor.

Dari video viral tersebut, warganet pun memberikan reaksi yang beragam dan menyayangkan adanya pelanggaran PSBB yang dilakukan oleh beberapa warga Bogor.

"Semoga aku, kamu, kita semua ngga sia-sia yang tetep stay at home dan jaga jarak," tulis @bilinashil.

"Kayak gini katanya PSBB, Social distancing, Pusing dah, kalau corona nambah aja komen ini itu. sekalinya kayak gini gak mau disalahin, hadeh," tulis @RahmanMuzadi.

"Itu kejadian di bwh jam 1 siang. Trus Bima Arya tau, langsung dh dia ke pasar. Akses jalan ke pasar di tutup. Toko-toko pakaian di tegur supaya tutup. Kebetulan jam 3 kurang saya lewat situ," tulis @si_cheka.

Seorang warganet memberikan keterangan bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya langsung memberikan tindakan tegas terkait dengan keramain dan kemacetan di Pasar Anyar Bogor.

Padahal, Kota Bogor pun juga sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi adanya kerumunan di tempat umum.

Sebelumnya, PSBB Bogor sudah diterapkan hingga tahap III yang akan berlangsung sampai 26 Mei 2020.

Bima Arya Bubarkan Kerumunan di Pasar

Wali Kota Bogor Bima Arya membubarkan kerumunan massa di Pasar Anyar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (17/5/2020) siang saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3.

Halaman
123


Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer