Bahkan pernah melakukan perbuatan terlarang itu di dalam mobil di daerah Johor.
"Sudah ada lima kali lebih saya melakukan hubungan badan itu dengan Zuraida," kata Jefri.
"Iya pak Hakim, pernah kami bermain di Johor," lanjut dia.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parada Situmorang kemudian mempertanyakan apakah itu menjadi alasan untuk membunuh, namun Jefri menampiknya.
Jefri mengaku sangat sayang dengan Zuraida Hanum.
Baca: Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh Wakil Bupati Gara-gara Proyek Rp 17 Miliar
Baca: Bupati Aceh Tengah Bakal Laporkan Wakilnya Atas Ancaman Pembunuhan, Wabup Siap Lapor Balik
Ia juga merasa tidak tega melihat Zuraida Hanum yang kerap curhat karena merasa tertekan oleh suaminya.
"Saya sayang sama dia (Zuraida Hanum) Yang Mulia," katanya.
Selain faktor sayang dan tak tega, Jefri juga mengaku dijanjikan sesuatu oleh Zuraida Hanum.
"Yang pertama kasihan, kedua karena saya sayang, ketiga saya dijanjikan," katanya.
Hakim pun turut mempertanyakan kronologi scenario pembuangan mayat korban kepada Reza Fahlevi, yang juga ikut dalam kasus pembunuhan ini.
Baca: Cemburu Berujung Maut, Suami Aniaya Istri dengan Gergaji Kayu, Pelaku Dikabarkan Tewas Bunuh Diri
Baca: Siswi SMP Slenderman Pembunuh Bocah Hamil 14 Minggu, Korban Pelecehan Seksual oleh 3 Orang Dekat
Reza mengungkapkan awalnya jazad Hakim Jamaluddin tidak ingin dibuang.
Karena dalam skenario awal hakim Jamaluddin dibuat seolah-olah meninggal karena serangan jantung.
Namun karena ada luka lebam di hidungnya maka dibuat skenario berbeda.
"Kami, tadinya mau buang ke daerah Berastagi, tapi karena macet kami buang ke Kutalimbaru,'' katanya.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Sebut Istrinya Bisa Dicicipi, Hakim Jamaluddin Ternyata Sudah Tahu Perselingkuhan Zuraida dan Jefri