Penjelasan Wakil Bupati Aceh Tengah yang Dituding akan Bunuh Bupatinya Gara-gara Proyek Rp 17 Miliar

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, saat ditemui Kompas.com dirumahnya, Kamis (14/5/2020) malam.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tengah viral di media terkait tindakan ancaman pembunuhan yang dilayangkan Wakil Bupati Aceh Tengah pada Bupatinya.

Dikutip Triunnewswiki dari Kompas.com, Firdaus, Wakil Bupati Aceh Tengah membantah informasi yang mencatut dirinya yang telah mengancam akan membunuh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Bantahan tersebut diutarakan Firdaus ketika di rumah dinasnya di Aceh Tengah, Kamis (14/5/2020).

Firdaus tidak menampik jika dirinya mendatangi Pendopo Bupati dan menemui Shabela Abubakar pada Rabu malam (13/5/2020).

Baca: Hampir Terjadi Baku Hantam, Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh Wakilnya Sendiri, Begini Kronologinya

Baca: Bupati Aceh Tengah Bakal Laporkan Wakilnya Atas Ancaman Pembunuhan, Wabup Siap Lapor Balik

Firdaus juga mengakui bahwa pada ketika itu dia datang dalam keadaan emosi.

Dia mengaku jika dirinya merasa selama ini tidak dihargai sebagai Wakil Bupati.

 

Hal itulah yang membuat dia akhirnya meluapkan kekesalannya langsung kepada Bupatinya tersebut.

"Saya tidak ingat ada mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi mengancam. Namun saya meluapkan kekesalan saya kepada Bupati, karena merasa tidak dihargai sebagai wakilnya," jelas Firdaus.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. (KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP)

Terkait proyek yang dipersoalkan kepada Shabela, Firdaus memberikan keterangan mengenai proyek di sejumlah instansi senilai lebih kurang Rp 17 miliar.

Proyek itu sudah ditayangkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Aceh Tengah tanpa sepengetahuan dirinya.

"Ini kegiatan Dinas Kesehatan dan RSU Datu Beru, tidak ada koordinasi dengan saya selaku wakilnya. Ini kan tidak pantas," tutur Firdaus.

Selain itu, sejumlah kebijakan Shabela saat memimpin Aceh Tengah dinilai kurang berkoordinasi dengan bawahannya.

Menurut Firdaus, satu diantaranya mengenai mutasi.

Bupati mengambil kebijakan tanpa adanya koordinasi dengan dirinya, selaku Wakil Bupati.

Baca: Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh Wakil Bupati Gara-gara Proyek Rp 17 Miliar

Masalah komitmen pelimpahan kewenangan juga dipermasalahkan oleh Firdaus.

Orang nomer dua di Aceh Tengah itu menganggap Shabela ingkar pada komitmen yang dibangun sebelum mencalonkan diri sebagai pasangan kepala daerah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar (Tengah) saat berada diruang Pendopo Bupati Aceh Tengah.(KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP) (Kompas.com)

"Kita punya komitmen tertulis dan tidak tertulis saat kita calon sampai saat baru menjabat. Saya rasa komitmen tertulis itu sudah dibuang oleh dirinya (Shabela)," ujar Firdaus.

"Ada beberapa dinas yang kewenangannya menjadi kewenangan saya, ada sekitar delapan dinas. Namun ternyata tidak sesuai kesepakatan," lanjut Firdaus.

Mengenai pernyataan Shabela yang akan melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum, Firdaus mengklaim siap untuk menghadapi proses tersebut.

"Silakan, saya siap menghadapi. Namun saya juga akan melaporkan Shabela terkait kasus yang lebih besar dari kasus ini," ucap Firdaus.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer