Menurut keterangan Kapolsek Tebet Kompol Imran Gultom, dalam kasus uang palsu ini wanita tersebut juga merupakan korban.
"Dia juga korban, tidak tahu kalau uangnya palsu," kata Imran pada Senin (11/5/2020) malam.
Baca: Kronologi Transgender Tewas Dibakar Sekelompok Preman: Dikeroyok dan Dituduh Lakukan Pencurian
Menurut Kompol Imran, wanita itu tidak memiliki niat untuk berbelanja atau apalagi mengedarkan uang palsu.
"Jadi tidak kita tangkap, tidak ditahan, hanya kita sempat amankan dan minta keterangan yang bersangkutan," ujar dia.
Sebelumnya, viral sebuah video dari akun @jakartainformasi tentang seorang wanita yang disoraki oleh orang-orang di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Dalam video tersebut, wanita itu dikerumuni warga dan digiring ke mobil polisi.
"Kita amankan, dia belanja dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu," tutur Imran.
Imran menjelaskan, wanita tersebut diamankan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat tentang adanya tindak pidana peredaran uang palsu.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terkait peredaran uang palsu, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kalau ada temuan uang palsu, segera laporkan ke Polsek terdekat," ujar dia.
Sudah jatuh tertimpa tangga.
Mungkin pepatah itulah yang paling tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami oleh wanita di Jakarta ini.
Wanita yang berprofesi sebagai PSK ini menjadi korban penipuan pelangganya.
Selesai melayani, dia dibayar dengan menggunakan uang palsu.
Baca: Penggerebekan PSK di Padang, Libatkan Anggota DPR Andre Rosiade Ternyata Pinjam Kamar Ajudannya
Tidak tahu kalau uang yang dibayarkan oleh pelangganya palsu, wanita itupun membelanjakan uangnya ke Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Apes, saat hendak belanja di pasar, ternyata uang yang ia miliki adalah palsu sehingga wanita malang ini harus berurusan dengan polisi.
Dikutip dari Kompas.com, Kapolsek Tebet Kompol Imran Gultom saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020) mengatakan wanita tersebut sebelumnya melayani pria hidung belang di Taman Lawang.
"Jadi dia ini seorang WTS, dia butuh duit jadi dia melayani orang di Taman Lawang, duitnya itu dia bawa ke pasar mau beli rice cooker, tahunya uang itu palsu," kata Imran.