Tepat pada 74 tahun yang lalu the International Council of Nurses (ICN) membuat peringatan Hari Perawat International.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, acara ini menyoroti peran penting perawat dalam perawatan kesehatan dan memperingati kelahiran filsuf dasar keerawatan modern Florence Nightingale.
Nightingale sendiri merupakan tokoh penting dalam keperawatan karena jasanya selama perang Krimea pada tahun 1850an.
Baca: Hari Perawat Nasional
Kala itu Nightingale bertugas di rumah sakit Barrack di Scutari (Uskudar, kini Istanbul) yang memimpin sekelompok perawat yang merawat tentara Inggris.
Saat pertama kali tiba di rumah sakit, Nightingale cukup terkejut dengan kondisi fasilitasnya.
Karena hal tersebut, Nightingale memberlakukan standar perawatan yang ketat dan memastikan bangsal tetap bersih serta persediaan makanan dan obat-obatan tercukupi.
Pengalamannya di Scutari ini membawanya ke kampanye untuk reformasi di dalam dunia perawatan.
Ada yang berbeda tentunya di peringatan Hari Perawat Internasional tahun ini.
Dimana dunia tengah dihadapkan dengan masa pandemi covid-19.
Jajat Sudrajat, ketua Tim Penanganan Covid-19 Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) mengatakan jika peringatan Hari Perawat Internasional di tahun ini sangat berbeda dari biasanya.
Pada setiap tahunnya PPNI memimpin peringatan tersebut mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga komisariat atau instansi pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan keperawatan diseluruh Idonesia.
Peringatan Hari Perawat International tahun ini juga dipandang istimewa.
Sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 2020 sebagai Tahun Perawat dan Bidan, juga menjadi tahun ke-200 peringatan kelahiran Nightingale.
Baca: Jumlah Total Tembus 4.1 Juta Kasus, Berikut Update Pasien Covid-19 di Seluruh Dunia 12 Mei 2020
Baca: Pakar dari Unair Sebut Puncak Covid-19 di Indonesia Mei Ini, Mulai Reda Juli dan Berakhir September
"Di sisi lain, dunia sedang dihadapkan pada wabah Coronavirus disease yang mencuat mulai dipenghujung tahun 2019, dan kemudian berkembang menjadi pandemi global Covid-19."
"Hingga saat ini, sedikitnya terdapat 219 negara dan wilayah/teritorial didunia, terpapar Covid-19, dengan total kasus hampir mendekati 4 juta kasus, dengan jumlah kematian hampir mencapai 270 ribu," ucap Jajat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5/2020).
Jajat melihat momen Hari Perawat International ini untuk terus meningkatkan kompetensi dan adaptasi baru.
Termasuk upaya meningkatkan solidaritas profesional dan kepedulian untuk saling tolong menolong.
"Saat perawat yang berada di Zona merah, dihadapkan pada peningkatan jumlah pasien yang harus dilayani, maka perawat di Zona hijau lainnya dengan segera menyediakan dirinya menjadi relawan, guna menopang dan menambah barisan kekuatan melawan Covid-19."
Baca: 7 Fakta Pengusiran Perawat RSUD Bung Karno Solo: Ibu Kos Seorang Bidan dan Dilaporkan ke Polisi
"Hingga saat ini tercatat sebanyak 4.010 data relawan ke DPP PPNI yang berasal dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota dan siap bertugas."