Dari situlah muncul ide untuk membuat aplikasi tersebut yang ia kerjakan dalam waktu singkat.
Fauzi mengaku membuatnya hanya dalam waktu tiga hari saja.
Ia membuat aplikasi menggunakan Android studio dengan Java.
Tujuan aplikasi itu sendiri adalah sebagai alat bantu untuk mencatat perilaku masing-masing.
“Untuk introspeksi dan muhasabah diri sesuai definisi yang saya buat, sehingga tujuan dalam deskripsi di app saya yaitu menjadi pribadi yang lebih baik tercapai,” kata dia.
Untuk menjadi sosok yang lebih baik setiap harinya, menurutnya diperlukan pencatatan amal.
“Mencatat perilaku tersebut bisa di otak kita masing-masing atau dengan alat bantu misal aplikasi yang saya buat,” kata Fauzi.
Adapun untuk pemilihan nama, Fauzi mengatakan dirinya meyakini sebagaimana penjelasan para ulama, Raqib dan Atid bukanlah nama malaikat, akan tetapi merupakan sifat pada malaikat yang mencatat amalan tersebut.
“Karena fungsi app ini cenderung mempunyai tujuan yang sama maka saya namakan dengan nama tersebut,” imbuhnya.
Sebelumnya, aplikasi ini telah diunduh sebanyak lebih dari 100 kali dengan perolehan lima bintang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Ramai, Aplikasi Raqib Atid Pencatat Dosa dan Pahala Ditarik dari Playstore"