Jam Kerja Tak Manusiawi dan Berisiko, Berapa Sebenarnya Besaran Gaji ABK di Kapal Ikan Asing?

Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China dibuang ke laut.

Menurut Zainudin, di Tegal yang jadi kantong ABK kapal ikan luar negeri, minat menjadi pelaut di kapal asing selalu tinggi meski tahu risiko bekerja di atas kapal.

“Broker penyalur kan banyak sekali di Tegal. Jadi kalau dapat pengalaman buruk pas jadi ABK dulu, dia berangkat lagi dengan agensi lain dan berharap lebih baik.”

“Mereka juga ditawari bonus tinggi di luar gaji, meski kadang itu tak direalisasikan dan tidak ada perjanjian tertulisnya,” jelas Zainudin.

YouTuber Jong Hansol mengulas video pembuangan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China dibuang ke laut. (YouTube/Korea Reomit)

Baca: Mal, Pasar, dan Sekolah Direncanakan Dibuka Juni Mendatang, tetapi Ada Syarat yang Harus Dipenuhi

Baca: Kasus Mutilasi Elvina di Sumut: sang Kekasih dan Ibu Kandungnya Jadi Tersangka Pembunuhan

Pihaknya juga sudah sering kali melaporkan kasus-kasus eksploitasi ABK Indonesia ke pemerintah dan aparat setempat.

Meski tak dapat menyentuh perusahaan pemilik kapal, lanjut Zainudin, setidaknya pemerintah atau polisi setempat bisa menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan agensi lokal yang mengirimkan ABK ke luar negeri.

“Kita sudah sering lapor kasus-kasus ABK, tapi pemerintah seperti Disnaker juga seperti mengabaikan dan enggan membantu,” kata Zainudin.

Sementara, salah satu ABK yang dirahasiakan namanya dalam pemberitaan MBC megaku bahwa para ABK hanya menerima gaji sebesar 120 dolar AS atau setara dengan Rp 1,8 juta (kurs Rp 15 ribu) per bulannya.

Gaji yang diterima para ABK tersebut dikatakan berbeda dengan kontrak.

(Tribunnewswiki.com/Ron)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pekerjaan Berisiko, Berapa Gaji ABK Indonesia di Kapal Ikan Asing?"



Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer