Pulang Kampung Jalan Kaki, 14 Pemudik di India Tewas Terlindas Kereta ketika Tertidur di Lintasan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Buruh migran mengantri untuk naik kereta api khusus menuju Agra di negara bagian Uttar Pradesh selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Stasiun Kereta Api Sabarmati di pinggiran Ahmedabad pada 2 Mei 2020.

Mereka biasanya melamar di bidang konstruksi atau pabrik-pabrik. Bahkan ribuan buruh terpaksa kembali ke desa asal.

Beberapa di antara mereka mungkin membawa virus ke desa-desa yang memiliki sedikit akses ke infrastruktur dasar, termasuk air.

3. Pekerja migran pulang jalan kaki

Kereta dan bus tidak lagi beroperasi saat malam.

Mereka yang tidak dapat tiba tepat waktu tidak mempu lagi hidup di kota-kota tempat mereka bekerja.

Para buruh itu harus rela berjalan sejauh ratusan mil untuk pulang.

Banyak dari mereka tidak memiliki uang untuk membeli makananan beberapa juga tidak dapat menemukan makanan di mana pun.

Kelompok pengemis meninggalkan stasiun di lampu lalu lintas.

Mereka mencoba memasuki koloni yang terjamin keamanannya.

Enam dari mereka tiba di kuil di daerah New Delhi dan memina makanan.

Baca: Langgar Aturan Lockdown, 10 Turis di India Dapat Hukuman Tak Biasa: Menulis ‘Saya Menyesal’ 500 Kali

5. Stok APD dan ventilator langka

Dilansir oleh Aljazeera, sejumlah rumah sakit menyatakan kelangkaan stok masker N-95 dan Alat Pelindung Diri (APD).

Rata-rata jumlah tempat tidur rumah sakit di India adalah 0,7 untuk setiap 100.000 orang.

Jauh lebih sedikit dari negara seperti Korea Selatan (6 per 100.000) yang sanggup membendung penyebaran virus.

Ventilator (alat bantu pernapasan) di India juga terbatas. Ada hampir 100.000 ventilator, tapi sebagian besar dimiliki rumah sakit swasta dan sudah dipakai pasien dengan penyakit kritis.

Pada Jumat (27/3/2020) pemerintah mengatakan akan mengimpor 10.000 ventilator, tapi beberapa laporan menyarankan India sebaiknya menyediakan 70.000 ventilator.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/SO)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer