Lebih lanjut apabila metabolisme melambat, penyediaan energi juga akan melambat, orang yang berpuasa tanpa makan sahur tersebut akan terasa lemas.
Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Autoimun
Lalu, yang selanjutnya terjadi yakni akan mengalami kekurangan energi.
Nantinya, akan berdampak pada tubuh yang terasa lemas.
"Oleh karenanya, saat makan sahur harus mengandung protein.
Karena sel-sel tubuh itu kan mengalami regenerasi atau perbaikan, maka dibutuhkan protein," kata dia.
Selain itu, protein juga berperan dalam pembentukan sistem kekebalan di dalam tubuh atau imunitas tubuh.
Sumber lemak juga diperlukan saat makan sahur, namun lemak yang dimaksud yakni lemak sehat.
"Lemak sehat itu apa saja, omega 3 bisa dari ikan, omega 9 dari olive oil, dan lain sebagainya.
Bukan banyak makan gorengan saat sahur," kata Samuel.
Apabila semua sumber yang sudah disebutkan seperti di atas tadi telah terpenuhi, Samuel menegaskan bahwa orang yang berpuasa akan kuat dan tetap fit hingga waktu berbuka puasa tiba.
Tidur sangat penting bagi kesehatan kita karena saat itulah manusia dapat beristirahat penuh.
Namun, saat menjalankan puasa Ramadan, banyak yang mengalami perubahan pola tidur.
Beberapa dari mereka juga merasa kurang tidur atau kebutuhan istirahatnya belum tercukupi.
Pola tidur yang bermasalah bisa memiliki dampak buruk pada fungsi tubuh saat siang hari.
Dampak itu misalnya gangguan suasana hati, dan menciptakan peningkatan risiko cedera.
Dilansir dari Kompas.com, menurut pakar pengobatan masalah tidur dari London Sleep Centre Dubai, Kate Bridle, tubuh manusia sangat memerlukan makanan, minuman, dan tidur yang berkualitas.
"Tubuh kita membutuhkan semua ini agar tidak mudah merasa kelelahan, emosi terkontrol, dan fungsi tubuh berjalan dengan baik," ucap dia.