Kemudian, hanya sekitar 5,26 persen anggota PKBSI yang bisa menyediakan pangan selama satu hingga tiga bulan.
Sisanya, tidak bisa bertahan lebih dari tiga bulan.
Kesulitan mencari pemasukan karena sepinya pengunjung di tengah pandemi seperti ini membuat banyak kebun binatang harus merelakan satwanya mati.
Bahkan, pihak manajemen kebun binatang pun sudah terlebih dahulu memangkas jatah makan hewan untuk terus menekan pengeluaran.
Jika bantuan tidak datang dalam tiga bulan terakhir, maka beberapa pihak harus merelakan satwanya mati karena sama sekali tidak ada pemasukan.
Selain Kebun Binatang Bandung, Medan Zoo juga merasakan dampak sepinya pengunjung di tengah krisis pandemi corona ini.
Pihak kebun binatang di sana terpaksa harus berutang untuk membeli pakan satwa-satwanya.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan Putrama mengatakan, kebutuhan untuk pakan 200 koleksi satwa dan operasional tak sedikit jumlahnya.
Meski ia telah menegaskan belum ada satwa yang kelaparan, namun untuk memenuhi kebutuhan pakan, pengelola harus berutang.
Pengelola juga terpaksa merumahkan karyawan-karyawannya demi memangkas pengeluaran.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebun Binatang Terancam Krisis, Warga Berdatangan Kirim Sumbangan"