Gerakan Gantung Makanan Bermunculan di Tengah Kesulitan Ekonomi akibat Pandemi Corona

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi Warga RW 12, Medokan Ayu Utara, Surabaya, berbagi sembako di dinding rumah, Senin (4/5/2020)

Disambut hangat, tetangga-tetangganya pun justru ikut membantu. Jumlah paket yang digantungkan, ujar dia, tergantung para donatur.

"Tergantung dari donatur, biasanya mereka memberikannya dalam satu paket makanan seperti sayur sop, tumis kangkung yang dilengkapi dengan bumbu sekaligus,” jelasnya.

Aksi ini dilatarbelakangi rasa solidaritas lantaran maraknya PHK serta kesulitan mencari penghasilan di masa pandemi.

Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Baca: 36 Pedagang di Pasar Raya Padang Positif Corona, Sudah Kontak 1.000 Orang hingga Pasar Ditutup

Aksi juga diikuti oleh warga RW lainnya.

Salah seorang warga yang membutuhkan, Sulastri mengaku sangat terbantu dengan gerakan ini.

"Ini pertama kali ambil dan senang rasanya dapat terbantu dengan aksi gotong royong warga," ujar dia.

Gantungkan mi instan

Ilustrasi mie instan (Tribun Timur)

Sebuah akun @brotherwoodbdg memosting gerakan menggantung makanan yang dilakukan oleh seorang ibu.

Dalam caption postingan foto itu tertulis, gerakan ini dilakukan oleh perempuan berusia 84 tahun.

Ia tergerak menggantungkan mi instan di pagar rumahnya agar bisa diambil oleh warga yang membutuhkan.

Dalam keterangan foto itu disebutkan, dalam waktu dua jam, 16 orang mengambil mi instan tersebut.

'Dalam dua jam ada 16 orang yang ambil, kebanyakan ojol, orang jualan,' demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

(TribunnewsWiki/Febri/Kompas.com/Pythag Kurniati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Gerakan Gantung Makanan Bermunculan di Tengah Pandemi, Surabaya hingga Yogya, Dipelopori Ibu Rumah Tangga", 



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer