Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Laboratorium - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19

"Aku tidak mengerti bagaimana lalu lintas, bagaimana orang tidak diizinkan masuk ke seluruh Cina, tetapi mereka diizinkan ke seluruh dunia. Itu buruk, itu pertanyaan sulit bagi mereka untuk dijawab."

Apa yang Dikatakan Intelijen?

ILUSTRASI Laboratorium - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 (ERIN BOLLING / US ARMY / AFP)

Baca: Korea Utara Masih Bungkam, Donald Trump Bantah Isu Kim Jong Un Sakit Parah: Berita Palsu

Baca: China Jadi Negara Paling Awal Terkena Virus Corona, Donald Trump Sebut Harus Ada Konsekuensinya

Berdasarkan sumber yang tak menyebutkan nama kepada BBC, pihak intelijen juga dilibatkan untuk mengawasi keterkaitan China dan WHO dalam kasus pandemi virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, mereka menyatakan setuju dengan konsensus ilmiah yang dipahami sekarang ini, bahwa Covid-19 bukanlah dari laboratorium.

"(Intelijen) akan terus memeriksa dengan teliti informasi dan intelijen yang muncul untuk menentukan apakah wabah itu dimulai melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau apakah itu adalah hasil dari kecelakaan di laboratorium di Wuhan."

Mengenal Institut Virologi Wuhan, yang Disebut sebagai Sumber Virus

Institut Virologi Wuhan, yang didirikan pada 1950-an, menampung laboratorium dengan keamanan tingkat 4 pertama di China.

Laboratorium semacam itu menangani patogen paling berbahaya yang hanya ada sedikit vaksin, dan salah satu area yang dipelajari oleh fasilitas Wuhan adalah coronavirus dari kelelawar.

Dirancang dan dibangun dengan bantuan Prancis dengan biaya $ 44 juta (£ 35 juta), laboratorium dibuka pada tahun 2015.

Banyak stafnya dilatih di fasilitas serupa di kota Lyon, Prancis, berdasar laporan jurnal Nature.

Capaian ini menjadi prestisius bagi China, bisa memiliki laboratorium Biosafety Level 4 dengan tautan ke laboratorium serupa di seluruh dunia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer