Bila Anda mengonsumsi antibiotik atau anti-inflamasi, Anda dapat bertanya tentang dosis untuk diminum sekali sehari, jadi Anda bisa minum di saat sahur atau berbuka.
Obat-obatan dalam bentuk inhaler, tetes mata atau telinga, krim, atau jenis lain yang diserap melalui kulit, juga jenis suntikan yang bukan berisi nutrisi dapat tetap digunakan di siang hari karena tidak akan membatalkan puasa.
Jangan sampai tubuh Anda kekurangan cairan yang bisa menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi dapat mengganggu fungsi normal sel-sel tubuh yang sudah bekerja lebih keras pada tubuh seseorang yang memiliki autoimun.
Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cukup air ketika sahur.
Rata-rata orang membutuhkan air sebanyak dua liter per harinya.
Bagi secara seimbang pada saat Anda sahur, berbuka, dan sebelum pergi tidur.
Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa kita memiliki hak atas diri kita.
Oleh sebab itu, menjaga dan merawat tubuh adalah suatu kewajiban, termasuk di bulan Ramadhan ini.
Jika Anda merasa tidak kuat untuk berpuasa karena kondisi autoimun, Anda tidak harus melakukannya.
Merawat ciptaan Allah, termasuk tubuh Anda sendiri, adalah bagian dari menjadi seorang Muslim.
Jangan malu jika Anda tidak bisa berpuasa. masih banyak ibadah lain yang dapat dilakukan di bulan Ramadhan yang karim ini.
Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melaksanakan puasa untuk memastikan bahwa tubuh Anda kuat untuk menjalaninya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amankah Puasa Ramadhan bagi Penderita Autoimun?"