Adik Perempuan Kim Jong Un Diperkirakan Akan Dapat Menggantikan Posisi Sang Kakak di Korea Utara

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dunia digegerkan dengan santernya pemberitaan terkait Supreme Leader Korea Utara, Kim Jong Un yang tengah kritis saat ini.

Bahkan beberapa pemberitaan mengabarkan kematian pemimpin Korut yang kontroversial ini.

Apabila terkonfirmasi benar, maka kandidat terkuat untuk naik takhta kekuasaan adalah sang adik.

Kim menjadi buah bibir dunia atas tindakan kontroversialnya yang tanpa ampun pada lawan politiknya hingga keluarganya sendiri sejak awal berkuasa pada tahun 2011.

Rentetan kabar mengerikan mencuat, di antaranya tentang pamannya sendiri, Jang Song Thaek yang dieksekusi pada Desember 2013 silam.

Diktator Korut ini juga membuat tetangganya Korea Selatan dan AS naik pitam dengan banyaknya uji coba, mulai dari nuklir sampai rudal balistik.

Baca: Buruknya Gaya Hidup Kim Jong Un: Sehari Habiskan 4 Bungkus Rokok & Potensi Diabetes dari Sang Kakek

Baca: Soal dan Materi Lengkap Belajar dari Rumah TVRI Sahabat Pelangi SD Kelas 1-3 Senin 27 April 2020

Seorang pakar mengutarakan pernyataan bahwa Kim Yo Jong tidak kalah keras dan kejam dari sang diktator Korea Utara itu  jika menduduki tempat Pemimpin Tertinggi Korea Utara.

Pernyataan tersebut mencuat setelah Kim Jong Un tidak tampak ke hadapan publik sejak memimpin pertemuan Dewan Politbiro Partai Buruh pada 11 April.

Dilansir Tribunnewswiki dari Mirror, wanita ini digadang-gadang bisa lebih kejam daripada Kim Jong Un jika dia memegang puncak kekuasaan.

Ada kekhawatiran saudara perempuannya juga mempunyai hasratnya yang sama untuk pengembangan senjata, bahkan bisa melakukan lebih banyak hal yang sama untuk "menunjukkan keberaniannya".

Kim Yo Jong tampak berada di samping kanan kakaknya, Kim Jong Un, yang kini adalah pemimpin tertinggi Korea Utara. (KCTV/Daily Star via Kompas.com)

Prof Natasha Lindstaedt, seorang pakar rezim totaliter, mengungkapkan kepada Daily Mirror jika jender tidak akan menjadi penghalang untuk menjadi autokrat baru.

Jika demikian dia akan melanjutkan cengkeraman keluarga yang tak terputus duduki kekuasaan di Korea Utara, dimulai oleh Kim Il-sung pada tahun 1948.

Prof Lindstaedt juga menjelaskan jika dirinya tak percaya bahwa menjadi seorang wanita akan melemahkan posisinya jika dia mengambil alih sebagai pemimpin.

“Orang-orang ini tidak dipandang atau digambarkan sebagai manusia seperti orang-orang Korea Utara - seperti yang telah kita lihat dengan Kim Jong-un.

“Mereka terlihat sebagai dewa yang bisa membuat segalanya lebih baik," ujarnya

“Jika dia menjadi pemimpin tertinggi, hal yang sama berlaku untuknya dan dia akan menjadi seperti dewa dan setiap penggambarannya akan melakukan hal yang sama."

“Mungkin dia akan mengadopsi jalan yang lebih sulit dibanding kakaknya dalam berurusan dengan seluruh dunia karena tingkat kemiskinan yang dihadapi.

“Tidak ada yang lain - hanya itu yang mereka miliki. Saya percaya dia sekuat kakaknya dan dia sangat terlihat belakangan ini."

"Seringkali pemimpin baru merasa mereka harus lebih tangguh daripada yang sebelumnya," katanya mengimbuhi.

Kim Yo Jong, adik Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (Commons.wikimedia.org)

Kim Yong Jo merupakan lulusan ilmu komputer.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer