Cerita di Balik Ukiran Relief Candi Borobudur, Kisah tentang Bidadari Manohara hingga Raja Bimbisari

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Relief gamelan di Candi Borobudur (www.romadecade.org)

Cerita lain bercerita tentang raja adil yang membuat larangan membunuh.

Dewa Indra ingin menguji raja dengan berubah menjadi elang yang mengejar seekor burung merpati ke istana.

Kemudian, raja melarang rajawali untuk membunuh merpati itu, tapi elang itu mengatakan bahwa jika dia tidak makan daging, dia akan mati karena kelaparan.

Raja yang baik Sibi menawarkan sebongkah dagingnya sendiri agar rajawali tidak memakan merpati.

Sibi memotong sebagian tubuhnya satu per satu, tapi Indra membuat timbangannya tidak sedemikian rupa sehingga bagian tubuh tidak seberat merpati.

Akhirnya, King Sibi menawarkan seluruh tubuhnya.

Pada saat itu, Indra mengakui kebaikan King Sibi dan mengembalikannya seperti sediakala.

Baca: Candi Prambanan

Baca: Candi Ceto

Cerita Rudrayana dan Raja Bimbisari

Cerita lain datang dari Rudrayana dan Raja Bimbisari yang menggambarkan takdir seorang raja yang menentang biksu Buddha.

Pada relief ini, perhiasan dan emas jatuh dari vas yang melayang di langit sesaat sebelum kota raja jahat itu hancur.

Sontak banyak orang yang mencoba mengumpulkan harta karun itu.

Dijelaskan ada dua menteri juga telah diberi tahu tentang apa yang akan terjadi, dan mereka mengisi perahu kecil mereka dengan perhiasan untuk rencana pelarian.

Raja, yang tidak sadar akan malapetaka yang akan datang, digambarkan duduk di atas takhta di depan sebuah bangunan yang mewakili sisa kota.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer