Mundur sebagai Staf Khusus Milenial Jokowi, Inilah Perjalanan Karier CEO Ruangguru Belva Devara

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEO dan Founder Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - CEO start-up di bidang pendidikan Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara resmi mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/4/2020).

Belva Devara diperkenalkan sebagai salah satu dari 7 staf khusus kepresidenan pada 12 Desember November 2019 silam.

Belva Devara merupakan alumni sejumlah kampus terbaik dunia.

Ia menempuh pendidikan di Amerika dengan duduk di tiga kampus bergengsi, yakni Stanford University, Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology.

Perjalanan Karier 

Usai menamatkan seluruh pendidikannya, Belva memilih bekerja sebagai konsultan untuk perusahaan ternama, McKinsey & Co.

Di sana, ia menangani beragam klien yang datang dari berbagai bidang usaha seperti minyak dan gas, pendidikan, kesehatan masyarakat, barang konsumsi sampai telekomunikasi.

Tercatat, Belva bekerja selama dua tahun di McKinsey & Co.

Baca: Adamas Belva Syah Devara

Baca: Indonesia Corruption Watch Desak Jokowi Pecat Stafsus Andi Taufan atas Dugaan Penyalahgunaan Jabatan

Hingga saat dirinya tengah menghadapi tes untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang pascasarjana, Belva sempat kesulitan mencari mencari guru privat online yang sesuai dengan kebutuhannya.

Saat itu, ia juga bersama sahabatnya yang bernama Iman Usman.

Dari pengalaman itu, mereka berdua menyadari betapa sulitnya hal tersebut.

Dari sinilah, keduanya kemudian mendirikan RuangGuru, yang kemudian menjadi sebuah terobosan di Indonesia.

Khususnya di bidang belajar dan mengajar secara digital. 

Adamas Belva Syah Devara, pendiri start up edukasi Ruang Guru yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden (Instagram/belvadevara)

Mendirikan Ruangguru

Pada tahun 2016 Belva kembali ke tanah air dan memutuskan untuk fokus pada perusahaan start-up nya, Ruang Guru.

Ia bersama Iman Usman mengembangkan Ruang Guru menjadi platform teknologi edukasi terbesar di Indonesia.

Saat ini yang sudah menjangkau lebih dari 15 juta siswa di seluruh Indonesia dan 300.000 guru.

Layanan yang disediakan Ruangguru tidak hanya sebatas bimbel untuk pelajar SD-SMP-SMA, namun juga persiapan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan seleksi STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara).

Pertumbuhan Ruangguru sendiri dibandingkan bimbel online sejenis Quipper atau Zenius juga sangat pesat karena pemanfaatan aplikasi smartphone untuk proses belajar mengajar siswa.

 

Selain itu, siswa juga disediakan layanan belajar offline dan online, mengombinasikan belajar secara tatap muka dengan guru privat dan online melalui aplikasi.

Halaman
123


Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer