Terutama karena tidak ada sanksi bagi mereka yang tertangkap melanggar batasan. Selain itu, ia menambahkan, orang-orang masih berkumpul untuk berdoa di masjid dan gereja.
"Ini akan menambah lebih banyak orang yang terpapar Covid-19 seperti di Korea Selatan di mana banyak orang terinfeksi pada pertemuan keagamaan," katanya.
Kekhawatiran yang paling mendesak adalah penyebaran infeksi dari Jabodetabek, yang menampung sekitar 30 juta orang dari ke provinsi lain di Indonesia.
Presiden Joko Widodo belum secara resmi melarang orang bepergian pulang ke kampung halamannya, sebaliknya mengatakan ia telah "mengimbau orang" untuk tetap tinggal.
"Tantangan terbesar untuk PSBB adalah mudik ," kata Iwan, merujuk pada migrasi tradisional dari Jakarta ke kota asal atau desa pada akhir bulan suci Ramadhan.
"Tidak ada batasan tegas dari pemerintah saat ini."
Baca: Achmad Yurianto: PSBB untuk Cegah Indonesia Jadi Episentrum Baru Pandemi Covid-19
Baca: Denmark Buka Kembali Sekolah meski Wabah Covid-19 Belum Reda, Orangtua Siswa Kirimkan Petisi
Sementara itu, beberapa pemerintah daerah telah meminta warganya yang merantau untuk tidak kembali ke daerah.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Agus Taufik Mulyono pada hari Selasa mengatakan, ada lebih dari 900.000 orang telah kembali ke daerahnya.
Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka dapat menyebarkan penyakit Covid-19 di daerah.
Universitas Indonesia pada 12 April lalu telah memperkirakan bahwa jumlah orang yang bepergian akan meningkatkan jumlah orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit di Pulau Jawa, di luar Jabodetabek, lebih dari 1 juta pada 1 Juli.
Sekitar 19,5 juta orang pergi mudik tahun lalu, menurut pemerintah.
“Jumlah kematian juga akan meningkat karena distribusi rumah sakit dengan peralatan lengkap untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah kebanyakan berlokasi di Jabodetabek,” kata Iwan.
Covid-19 telah menyebabkan sekitar 2,8 juta orang Indonesia menganggur, dan banyak dari mereka yang kembali ke kampung halaman.
“Prospek yang memburuk mungkin mendorong sekitar 1,1 juta orang ke dalam kemiskinan, dan jumlahnya mungkin naik hingga 3,78 juta dengan sekitar 5,2 juta orang kehilangan pekerjaan di bawah skenario terburuk Covid-19 yang mendorong Indonesia ke dalam resesi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (14/4/2020).