Ratusan Ojol Tutup Jalan Setelah Polisi Bubarkan Kerumunan Truk Pembagian Sembako, Ini Penjelasannya

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembagian paket sembako oleh sebuah komunitas kepada driver ojol yang semula tertib namun berakhir ricuh.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ratusan pengendara ojek online atau ojol menutup jalan saat ada truk yang membagikan sembako.

Video tersebut pun menjadi viral di sosial media.

Dalam video itu memperlihatkan ratusan pengemudi ojek online marah dan menghentikan sebuah truk berwarna kuning.

Truk tersebut membawa sembako di Jalan Dr H Soekarno atau sekitar Galaxy Mall, Surabaya, Jumat (10/4/2020).

Dikutip dari Surya.ID, dalam video itu perekam mengatakan ratusan driver ojol juga berinisiatif secara solidaritas mendatangi truk yang semula membagikan paket sembako.

Aksi pembagian sembako itu semula dibubarkan polisi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Mulyorejo, Kompol Eni Priatin memberi penjelasan.

Ia membenarkan jika pihaknya terpaksa membubarkan aksi tersebut.

Baca: 56 Persen Pasien Positif Virus Corona di Vietnam Sembuh, Belum Tercatat Korban Meninggal, Kok Bisa?

Baca: Bantah Isu Dana Haji Untuk Tanggulangi Covid-19, Kemenag: Bukan Dana Dari Jemaah, Tetapi APBN

Hal ini dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan di tengah wabah pandemi virus corona atau covid-19.

Eni mengatakan, jika apa yang dilakukan kepolisian sudah tepat dan cepat.

Mengingat tidak ada izin yang boleh dikeluarkan dan membiarkan perkumpulan orang banyak di sebuah tempat.

Pembagian paket sembako oleh sebuah komunitas kepada driver ojol yang semula tertib namun berakhir ricuh.

"Komunitas tersebut membagikan 1000 paket sembako kepada driver ojek online.

Dengan paket sebanyak itu, tidak ada pemberitahuan kepada kami termasuk izin,” jelasnya.

Dia melanjutkan, setelah itu datang ratusan driver ojek online dan jumlah tersebut terus bertambah.

Mempertimbangkan imbauan pemerintah dan maklumat polri, maka pihaknya terpaksa membubarkan kerumunan tersebut.

Relawan organisasi Pelmas BPD Bekasi GBI bersama Tagana Rajawali membagi-bagikan makan siang gratis kepada pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Pembagian makan gratis sebagai bentuk kepedulian terkait pendapatan dan orderan pengemudi ojol yang menurun akibat wabah COVID-19.(ANTARA FOTO/SUWANDY via Kompas.com)

“Kemudian datanglah 150 ojek online dan bertambah sangat banyak dalam waktu cepat.

Akhirnya terpaksa kami bubarkan sesuai dengan maklumat Kapolri.

Dan komunitas tersebut juga menyadari," kata Eni, Senin (13/4/2020).

Baca: Khawatir Bandung Makin Ramai, Wali Kota Minta Warga Bersiap Pemberlakuan PSBB

Baca: Masker Kain Ternyata Berbahaya Jika Digunakan Lebih dari 4 Jam, Ini Alasannya!

Eni menambahkan, komunitas tersebut diarahkan untuk membagikan paket sembako itu secara door to door.

"Kami arahkan untuk door to door jadi tidak menimbulkan gejolak massa seperti kemarin.

Halaman
12


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer