91 Pasien di Korea Selatan Positif Covid-19 Lagi Setelah Dinyatakan Sembuh, Ada Kemungkinan 'Kambuh'

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP

Cara Korea Selatan Hadapi Pandemi

ILUSTRASI Penanganan Covid-19 di Korsel - Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

 

Korea Selatan sendiri dipandang sebagai satu di antara beberapa negara yang sigap menangani penyebaran virus corona.

Otoritas Korea Selatan melaporkan 600 kasus baru pada 3 Maret 2020, seperti diberitakan South China Morning Post.

Namun kemudian angka kasus baru di Korea Selatan mulai menurun.

Otoritas Korsel hanya melaporkan 131 kasus baru, itu pun seminggu kemudian.

Pihak berwenang melaporkan hanya 110 korban, pada Jumat.

Pada hari yang sama, jumlah pasien yang sembuh ada 177.

Jumlah pasien sembuh ini pertama kalinya melebihi kasus baru dalam sehari.

Baca: Kim Jong Un Ancam Pejabatnya dengan Konsekuensi Serius Jika Corona Sampai Infeksi Korea Utara

Baca: Tidak Mau Isolasi Diri hingga Berikan Alamat Palsu, Seorang WNI Dideportasi dari Korea Selatan

Presiden Moon Jae-in, menyatakan harapan bahwa Korea Selatan dapat segera memasuki "fase stabilitas" jika tren itu tetap berlanjut.

Kasus positif di Korea Selatan tidak bisa dibilang sedikit.

Namun negara ini dipandang sebagai negara yang berhasil mengendalikan laju virus, meski menempuh cara yang berbeda dengan China dan negara lain.

Pemerintah Korea Selatan telah melakukan berbagai koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, demi menekan laju penularan Covid-19.

Penderita virus corona di Korea Selatan mencapai 893, kini ribuan orang penuhi jalanan antri beli masker di Daegu. (Ladbible)

Selain itu, mereka juga membuka transparasi penanganan.

Langkah ini berbeda dengan berbagai negara yang memilih locdown.

Sementara Korea Selatan tidak melakukan lockown, bahkan di Daegu, kota yang menjadi pusat wabah negara itu.

Sebaliknya, pihak berwenang telah memfokuskan karantina wajib pada pasien yang terinfeksi dan orang-orang yang telah melakukan kontak dekat.

Upaya itu dilakukan sambil menyarankan masyarakat untuk tetap di dalam rumah, menghindari acara-acara publik, memakai masker, dan mempraktikkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Selain lockdown, banyak negara telah memberlakukan larangan perjalanan.

Berbeda, Seoul telah memperkenalkan "prosedur imigrasi khusus" untuk negara-negara yang terdampak parah seperti Cina, yang mengharuskan para pelancong untuk menjalani pemeriksaan suhu, menyediakan verifikasi informasi kontak, dan isi kuesioner kesehatan.

“Lebih dari satu minggu jumlah kasus yang cenderung menurun menunjukkan bahwa pendekatan di Korea Selatan telah membalikkan epidemi,” kata Ian Mackay, seorang ahli virologi di Universitas Queensland, Australia.

Halaman
123


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer