"Kami dari Fajar Sikka berinisiatif membangun jaringan donasi untuk membantu mereka (waria). Kami berikan sabun cuci, beras. Kegiatan ini dari kami, oleh kami dan untuk teman kami yang membutuhkan. Fajar Sikka langsung menggagas Cepat Tanggap Covid-19 terhadap Waria Lansia," kata Bunda Mayora.
Bunda Mayora mengungkapkan, ada waria yang nangis saat saya datang mengunjungi mereka. Mereka takut, lebih ke arah psikologis emosional mereka terganggu. Juga ekonomi mereka mulai lemah.
"Covid 19 benar-benar jahat, hampir semua waria tidak bisa bekerja dan berbuat apa-apa, tetap di rumah tidak berpenghasilan," kata Bunda Mayora.
Meski hanya mendapat bantuan beras 5 kg, para waria yang sudah manula itu sangat senang dan bahagia.
Mungkin hanya bisa bertahan beberapa hari, namun bantuan itu sangat berarti untuk beberapa hari ke depan.
Ada yang mengaku memasak setiap hari hanya 1 - 2 kaleng beras saja atau bikin bubur saja campur kacang dan daun kelor.
Menurut Bunda Mayora, sejumlah donasi yang diterimanya itu sudah dipergunakan untuk membeli sembako dan sudah dibagikan kepada para waria lansia.
Namun masih banyak waria lansia dan waria lainnya yang belum bisa dibantu karena donasinya terbatas.
"Kami berharap masih ada orang diluar sana, yang bisa tergerak hatinya membantu kelompok marginal, waria di Sikka, karena waria juga terdampak corona dan mereka sangat membutuhkan uluran tangan bapak ibu sekalian. Terimakasih yang sudah meberikan donasi, Tuhan akan membalas budi baik kalian," kata Bunda Mayora.
Jika ingin memberikan bantuan, bisa menelepon Bunda Mayora ke WA 082398869157, atau nomor telepon 082124774309.
Dalam kegiatan Fajar Sikka cepat tanggap Covid19, Bunda Mayora dibantu oleh waria Monik, Cucun, Sela, Silvy dan lainnya.
Bunda Mayora juga berharap agar badai corona atau covid-19 bisa segera berakhir.
"Berharap agar badai corona ini cepat berlalu, virus corona cepat hilang, covid 19 bisa pergi dari bumi kecintaan kita ini. Sehingga waria dan kita semua bisa pulih kembali dan bisa melaksanakan aktivitas kembali," kata Bunda Mayora.
Kepada para waria lansia, waria lainnya, Bunda Mayora berharp agar tetap sabar, tabah, berdoa dan berpengharapan.
"Teman-teman mari jangan menyerah, tetap berjuang, jangan menyerah, tinggal dirumah, tetap safety, berdoa. Tuhan pulihkan kita dan pandemi corona cepat berlalu," harap Bunda Mayora.
Sejumlah waria lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Indonesia pun curhat tentang apa yang dirasakan dan dialami mereka saat pandemi Corona ini. Para waria lansia itu diantaranya, Wulan, Linda, Tote, Heni dan Lis dan Ambar.
Wulan yang berumur 53 tahun tak bisa beraktifitas masak sebab beberapa minggu terakhir mengalami sakit dan kini dalam masa pemulihan.
Sedangkan Ambar, koki yang sering bekerja di tempat pesta kehilangan pekerjaannya.
"Saya tidak sanggup, terjebak dengan virus corona. Kami tertunduk dalam rumah, tak bisa bergerak apa apa karena takut virus menular," kata Ambar.