Harimau di New York Positif Virus Corona, Apakah Bisa Tularkan ke Manusia? Ini Penjelasan Ahli

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Harimau - Warga menggendong anak harimau benggala berkelamin betina yang lahir pada tanggal 2 Juni 2018 lalu, dan diberi nama Anggun, Cantik dan Jelita dari hasil perkawinan dari harimau benggala bernama Rengganis dan Kliwon di Kebun Binatang Semarang Zoo, Selasa (31/7/2018). Tribun Jateng/Hermawan Handaka

Buktinya virus ditemukan pada saluran pernapasan atas dan tinja kucing.

Studi ini menemukan bahwa virus juga menyebar ke kucing di kandang terdekat, kemungkinan melalui tetesan pernapasan.

Para peneliti menemukan hasil yang sama pada musang, tetapi menemukan virus tidak mereplikasi berhasil pada anjing, babi, ayam, atau bebek.

Meskipun kenyataannya ada dua anjing yang terkena corona.

Saat dites, peneliti menemukan virus dalam kotorannya, namun virus itu tidak ditemukan di organ dalam atau saluran pernapasan anjing.

Tidak ada bukti virus dapat menyebar ke pemilik hewan peliharaan

The Centers for Disease Control (CDC) masih belum menerima laporan dari hewan yang terinfeksi.

The American Veterinary Medical Association terus menekankan bahwa tidak ada alasan untuk berpikir bahwa hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit kepada manusia.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan menyatakan hingga Kamis (2/4/2020), belum ada kasus yang dilaporkan mengenai hewan peliharaan yang menularkan virus corona baru kepada manusia.

Baca: Rusia Lakukan Uji Vaksin Covid-19 pada Musang dan Primata, Bulan Juni Siap Diuji pada Manusia

Baca: Ilmuwan AS Klaim Virus Corona Bisa Menjadi Penyakit Musiman: Penting untuk Kembangkan Vaksin

Kasus yang dilaporkan pada awal Maret, seekor anjing jenis pomeranian yang dites, tidak bisa dikatakan positif untuk virus corona.

Meski begitu anjing tersebut tetap menjalani masa karantina di Hong Kong.

Anjing itu adalah yang milik seorang pasien positif virus corona.

Menurut Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong, diduga pemilik anjing membawa virus itu dari cairan pada mulut dan hidungnya.

Dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Mungkin saja, dalam kasus itu, virus itu ditularkan dari manusia, yang positif menderita Covid-19, kata Sander.

Sander menekankan, kasus di atas belum bisa menjadi bukti bahwa kucing dan anjing mungkin tidak berisiko dan tidak mungkin membawa virus, menulari manusia lain.

"Risiko terbesar sejauh ini untuk tertular Covid-19 masih dari manusia lain," katanya.

Sander juga berpesan bagi mereka yang mengalami tanda-tanda seperti gangguan pernapasan dan demam tinggi sebaiknya langsung menjauhkan diri dari orang lain dan hewan peliharaan.

"Tindakan pencegahan yang dilakukan CDC untuk sementara waktu bagi mereka yang positif Covid-19 dan menunjukkan tanda-tanda pernapasan atas dan demam."

"Sebaiknya menjauhkan diri dari orang-orang dan hewan peliharaan masih berlaku," pungkas Sander.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 2 Kucing Positif Covid-19, Apakah Hewan Bisa Tularkan Virus ke Manusia? Ini Penjelasan Peneliti

Di Tribunnews.com "Harimau di New York Positif Virus Corona, Bisakah Tularkan ke Manusia? Berikut Penjelasan Ahli"

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) 



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer