"Keputusan itu membuat kita bingung dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Andrea Iannone."
"Para hakim mengakui itikad baik Andrea dan ketidaksadarannya dalam mengkonsumsi doping karena terkontaminasi dari makanan," buka Massimo Rivola dikutip dari GPone.com.
"Karena alasan ini, hukuman yang dijatuhkannya tidak masuk akal."
"Harusnya Andrea dibebaskan," dia menambahkan.
"Kami ingin Andrea mengendarai Aprilia RS-GP, kami ingin selalu ada di sampingnya hingga kasus ini selesai dan kami akan mendukungnya dalam pembelaannya," kata Massimo Rivola.
Sementara itu, wabah corona masih membuat kalender MotoGP 2020 berantakan dan sampai saat ini belum jelas kapan dimulai.
Jika balap perdana MotoGP 2020 semakin diundur, maka kalender balap akan semakin padat.
Konsekuensi lainnya adalah jadwal MotoGP 2021 akan turut terganggu.
Untuk mengatasi masalah ini, bos Dorna Sports Camelo Ezpeleta mengaku akan mengurangi jumlah seri MotoGP 2020.
Jika tidak ada perubahan, MotoGP 2020 direncanakan dimulai di Sirkuit Le Mans, Prancis, pada 17 Mei dan berakhir di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 29 November mendatang.
Baca: Sedih Kalender MotoGP 2020 Berantakan karena Wabah Corona, Valentino Rossi Pilih Opsi Ini
Baca: Bisa Menang di Balap Virtual MotoGP, Alex Marquez Mengaku Dibantu Pembalap E-Sport Indonesia
Namun, mengingat pandemi corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, MotoGP Prancis dan MotoGP Italia bisa jadi akan ditunda.
Carmelo Ezpeleta menjelaskan bahwa Dorna Sports belum bisa memastikan kalender pasti balapan sebelum situasi dunia benar-benar jelas.
"Ini akan sangat bergantung pada kapan kami bisa memulai lomba. Ada yang mengatakan, setidaknya menggelar 13 lomba. Tapi, itu tidak benar," kata Carmelo Ezpeleta dilansir GridOto.com dari GPOne.
"Kami akan menggelar lomba sebanyak yang bisa kami lakukan, tanpa memberi tekanan lebih besar pada akhir musim ini yang sudah cukup padat," katanya menambahkan.
Carmelo Ezpeleta tak ingin MotoGP 2020 mengganggu persiapan dan jalannya MotoGP 2021.
"Saya tegaskan, ini sangat bergantung pada kapan kami bisa memulai musim ini. Kami juga bisa memangkas lomba agar tahun depan berjalan normal," Ezpeleta menjelaskan.
"Kami akan melihat bagaimana situasi, karena seluruh dunia tak akan sama setelah virus ini berakhir. Yang terpenting sekarang, kita bisa bangkit kembali," ujar Ezpeleta.
Sebagian dari artikel ini telah tayang di Motorplus-online.com dengan judul "Gak Terima, Andrea Iannone Buka Mulut Vonis Skors FIM, Akan Ajukan Banding"